Advertorial

BBM Satu Harga Pertamina Kini Layani Kebutuhan Energi Masyarakat di 402 Wilayah di Indonesia

Kompas.com - 01/12/2022, 11:04 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) telah menyediakan lembaga penyalur untuk program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga Pertamina di 54 kabupaten di Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial dan Trading PT Pertamina, Alfian Nasution mengatakan, hal tersebut merupakan bukti bahwa Pertamina telah menjamin ketersediaan energi yang terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai ujung tombak penyaluran energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pemerataan akses energi terjangkau. Ini sebagai bentuk dukungan untuk program pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan lewat Program BBM Satu Harga yang dimulai sejak 2017,” ujar Alfian dalam siaran pers yang diterima Kompas.com. Kamis (1/12/2022).

Salah satu implementasi program tersebut, lanjut Alfian, diwujudkan melalui peresmian lembaga penyalur BBM Satu Harga yang kembali dilakukan bersama Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas). Peresmian ini dilakukan di tiga wilayah secara serentak, yakni di Kabupaten Nias Selatan (Sumatera Utara), Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat), dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalimantan Selatan).

“Dengan peresmian kali ini, total 402 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga sudah beroperasi di 125 kabupaten dan 81 di antaranya adalah lembaga penyalur baru. Kami akan mempercepat 11 lembaga penyalur lain yang sudah ditetapkan sebagai target pada Desember 2022,” paparnya.

Alfian menambahkan, sebaran titik BBM Satu Harga memang difokuskan pada wilayah di luar Pulau Jawa, Madura, dan Bali, serta wilayah yang memerlukan akses energi.

Titik sebaran tersebut adalah 62 berada di Sumatera, 86 di Kalimantan, 71 di Nusa Tenggara, 44 di Sulawesi, 57 di Maluku, 77 di Papua, serta 5 lainnya berada di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

Alfian menjelaskan, upaya pendistribusian, terutama yang dilakukan ke wilayah 3T, sering kali mendapatkan tantangan besar.

“Untuk wilayah 3T itu sudah biasa jika proses distribusinya menggunakan berbagai moda transportasi, baik darat, air, maupun udara. Ada yang pergantian transportasinya empat sampai lima kali. Bahkan, dahulu sampai delapan kali saat BBM belum dapat dinikmati masyarakat seperti sekarang,” jelas Alfian.

Demi menjawab tantangan tersebut, Pertamina Patra Niaga pun terus berkoordinasi untuk memastikan proses distribusi dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, kehadiran BBM Satu Harga dapat melayani masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah memfasilitasi kehadiran lembaga penyalur BBM Satu Harga. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi BBM dapat berjalan dengan maksimal, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas dalam rangka sinergi mewujudkan akses energi terjangkau bagi masyarakat,” ucap Alfian.

Manfaat BBM Satu Harga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat. 
Dok. Pertamina Manfaat BBM Satu Harga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pada kesempatan sama, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memastikan serta menjamin penyaluran energi. Utamanya, ketersediaan BBM terjangkau di seluruh pelosok negeri.

“Masih ada tugas untuk menyelesaikan 11 lokasi lain. Terima kasih untuk pihak yang telah mendukung pelaksanaan program BBM Satu Harga. Semoga manfaat BBM Satu Harga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian di wilayah 3T dan menjadi perwujudan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia,” kata Erika.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau