Advertorial

Sukses Digelar, The Festival of Papua Legacy Kenalkan Potensi Tanah Papua

Kompas.com - 02/12/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong bersama Cendekiawan Perempuan Papua (CPP) menggelar Karnaval Indonesia Timur dan Papua Mini Concert bertajuk “The Festival of Papua Legacy” di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, mulai Jumat (25/11/2022) hingga Minggu (27/12/2022).

Acara tersebut diresmikan oleh Penjabat Bupati (Pj) Sorong Yan Piet Mosso yang diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sorong Marten L Pajala.

Ketua Umum CPP dr Rosaline Rumaseuw mengatakan, The Festival of Papua Legacy memiliki berbagai rangkaian kegiatan, seperti talk show dan konser yang menampilkan musisi Papua.

Untuk pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), acara tersebut menghadirkan Deo Art dari Kabupaten Sorong, Hawai Bakery dari Manokwari, tim UMKM dari Anjungan Papua Barat, stanpameran baju milik dr Rosaline Rumaseuw, serta CPP yang menampilkan olahan makanan khas Papua.

“The Festival of Papua Legacy menjadi kegiatan mini sebagai persiapan menuju pelaksanaan Pesona Indonesia Expo (PIEX) Tanah Papua di Aimas, Kabupaten Sorong, pada 31 Maret hingga 4 April 2023,” ujar dr Rosaline dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/12/2022).

Rosaline melanjutkan, The Festival of Papua Legacy bertujuan untuk mengajak para pengusaha agar turut bergabung, berinvestasi memperkenalkan brand produk atau usahanya, serta mengambil bagian guna menyukseskan pelaksanaan PIEX Tanah Papua. Dengan demikian, UMKM di Bumi Cenderawasih bisa meningkat. 

Sebagai informasi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno direncanakan menghadiri dan membuka PIEX Tanah Papua.

“Pada Sabtu (26/11/2022), The Festival of Papua Legacy telah menghasilkan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Papua Investment Developer Center bersama salah satu pengusaha hebat Jakarta untuk berkolaborasi dengan PIDC,” katanya.

Selain penandatanganan MoU, Rosaline mengatakan bahwa The Festival of Papua Legacy juga menampilkan hiburan untuk mendorong musisi Tanah Papua terus berkarya. Para musisi yang tampil adalah Papua Original, Dirk Koibur, serta Nowela.

Selanjutnya, pada hari terakhir, The Festival of Papua Legacy menampilkan talk show yang diisi oleh Yayasan Embun Sampari Peduli Papua bersama Ketua Umum Yayasan Embun Sampari Peduli Papua Pendeta T Samparisna ODJ Koibur serta Chief Executive Officer Pelita Group Irvan.

Stan di The Festival of Papua Legacy. DOK. Kompas.com Stan di The Festival of Papua Legacy.

Digelar pula launching Yayasan Embun Sampari Peduli Papua dan Pemberian Piagam oleh Miss Nona Batik 2022, demo batik dr Rosaline, serta penampilan Frans Sisir.

Pada kesempatan tersebut, dr Rosaline Rumaseuw turut menampilkan baju bermotif batik patung Karwar. Ia mengisahkan, batik itu merupakan kisah patung Karwar yang dituangkan di atas kain sehingga motifnya menyerupai koran.

“Sebagai desainer, saya bangga bisa menciptakan satu modifikasi desain. Saya mengajak pemuda-pemudi Papua di Jakarta untuk menampilkan hasil karyanya,” tutur dr Rosaline.

Sebagai informasi, acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua CEO Bisnis Forum Indonesia, perwakilan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, Komperwan Jakarta, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya. Acara ini pun dihadiri oleh 10 pengusaha yang ingin berinvestasi di Tanah Papua, khususnya di Sorong.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau