Advertorial

Dukung Pemulihan Pascagempa Bumi Cianjur Garut, Yayasan Andrew Tony Sumbang Rp 1 Miliar kepada PMI

Kompas.com - 10/12/2022, 17:10 WIB

KOMPAS.com - Yayasan Andrew and Tony memberikan hibah senilai Rp 1 miliar kepada Palang Merah Indonesia (PMI) pada Kamis (8/12/2022). Penyerahan hibah tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla.

Adapun hibah diberikan yayasan tersebut sebagai bentuk dukungan guna pembangunan kembali di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) yang dilanda bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Yayasan Andrew and Tony merupakan bagian dari Kawasan Industri Virtue Dragon, salah satu proyek investasi China di Indonesia.

Jusuf Kalla mengapresiasi inisiatif Yayasan Andrew and Tony atas sumbangan dana yang diberikan.

Kalla mengatakan, Andrew dan Tony yang bernama asli Zhu Mingdong dan Zhou Yuan dari China, merupakan kenalan lama dirinya.

Kedua pengusaha muda berprestasi tersebut dinilai Kalla memiliki karakter tanggung jawab kuat dan berbudi luhur, serta telah banyak berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.

“Rekam jejaknya antara lain merekrut lebih dari 40.000 orang pekerja Indonesia di Kawasan Industri Virtue Dragon, membangun jalan dan jembatan di lingkungan tersebut tanpa imbal balik, serta mendirikan perguruan tinggi guna mendidik tenaga kerja teknik Indonesia yang unggul,” ujar Kalla dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/12/2022).

Tingkatkan taraf hidup masyarakat lokal

Pada kesempatan sama, Asisten Ketua Kawasan Industri Virtue Dragon Xu Jie menjelaskan, Yayasan Andrew and Tony berdiri sejak 2017 dengan visi meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal. Terutama, masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan industri.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, yang juga mantan wakil presiden Republik Indonesia, berpidato pada upacara serah terima sumbangan dana dari Yayasan Andrew and Tony ke PMI di Jakarta, untuk upaya penyelamatan dan pembangunan kembali di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, yang belum lama ini diguncang gempa bumi.Dok. Xinhua/Xu Qin Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, yang juga mantan wakil presiden Republik Indonesia, berpidato pada upacara serah terima sumbangan dana dari Yayasan Andrew and Tony ke PMI di Jakarta, untuk upaya penyelamatan dan pembangunan kembali di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, yang belum lama ini diguncang gempa bumi.

Sejak yayasan tersebut didirikan, lanjut Xu, sejumlah besar bantuan telah didonorkan. Salah satunya, dalam rangka penyelamatan dan pembangunan kembali saat banjir menerjang Kendari di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Selain itu, gempa bumi Palu di Sulawesi Tengah (Sulteng), serta saat pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia. Adapun total bantuan yang telah disalurkan lebih dari 11 juta yuan. Sebagai informasi, 1 yuan senilai Rp 2.240,” terang Xu.

Seperti diketahui, Cianjur dan Garut baru-baru ini diguncang gempa bumi bermagnitudo 5,6 skala richter (SR) dan 6,1 SR. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 300 jiwa serta memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Xu menambahkan, sumbangan dana kali ini ditujukan sebagai upaya penyelamatan dan pembangunan kembali pascagempa bumi.

“Kawasan Industri Virtue Dragon senantiasa bergandengan tangan dengan masyarakat Indonesia dan bersama-sama melewati kesulitan. Yayasan Andrew and Tony pun akan selalu mendukung perkembangan Indonesia, serta berkontribusi dalam merawat persahabatan antara China dan Indonesia dengan aksi nyata,” imbuh Xu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau