Advertorial

Modifikator Jawa Suka Sport Fairing, di Bali Kental Budaya dan Kejutan

Kompas.com - 10/12/2022, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Honda Modif Contest (HMC) 2022 menjadi ajang bagi para modifikator untuk memamerkan kreativitas dan inovasi mereka dalam memodifikasi motor Honda. Setiap tahun, para peserta mengeluarkan karya modifikasi yang inovatif, khususnya peserta dari Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Salah satu juri HMC 2022 dari bengkel Queen Lekha Chopper, Yayak Lheka mengaku terkesan dengan setiap modifikator yang mampu membawa karya mewakili dan merepresentasikan daerahnya masing-masing.

Ia mencontohkan, para modifikator dari Pulau Jawa umumnya membawa motor hasil modifikasi dengan ciri khas sport fairing-nya. Hal itu ia nilai sebagai standardisasi yang keren dan craftsmanship yang mulai berani menampilkan banyak kejutan baru.

Ia makin terkesan karena hasil modifikasi motor matik mereka juga berhasil memenuhi unsur kelayakan dan keamanan kendaraan untuk digunakan.

“Dengan demikian, motor mereka nyaman dan aman digunakan untuk mobilitas harian sekaligus tampak stylish,” ujar Yayak dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (8/12/2022).

Selanjutnya, Yayak mengomentari karya modifikator dari Bali. Menurutnya, karya mereka memiliki corak budaya yang kental karena pengaplikasian seni budaya khas Bali pada motor hasil modifikasi.

Yayak mengaku, ia kerap mendapatkan banyak kejutan saat mengamati motor hasil modifikasi para modifikator dari Bali.

“Selain menampilkan kekayaan budaya, (saya rasa), para modifikator dari Bali memiliki kekayaan literasi dan lingkungan komunitas yang sudah matang sehingga mampu mengembangkan hasil modifikasi (dengan) lebih inovatif,” katanya.

Selain Bali, Yayak menambahkan bahwa karya modifikator dari Sulawesi juga mampu menarik perhatian para juri, termasuk dirinya. Meski jauh dari Pulau Jawa, para modifikator dari Sulawesi mampu menjadi tolok ukur komunitas modifikasi di kawasan Indonesia timur.

Hasil modifikasi dari peserta asal Jakarta, Gema Merdeka Goeryadi. DOK. AHM Hasil modifikasi dari peserta asal Jakarta, Gema Merdeka Goeryadi.

Pasalnya, mereka mau belajar dan memiliki berbagai gagasan segar yang dapat dituangkan di dunia modifikasi.

Menurutnya, hasil karya modifikasi mereka, mulai dari motor racing hingga matik, tetap keren meski tak meninggalkan budaya asalnya. Bahkan, hasil modifikasinya memiliki ciri khas dan identitas.

“Para peserta dari tiga daerah tersebut mampu memodifikasi motor sesuai ciri khas dan budaya daerah masing-masing. Hal inilah yang menjadi daya tarik HMC 2022. Saya berharap, HMC 2022 bisa hadir setiap tahun untuk memunculkan tren baru di dunia modifikasi Indonesia. Ajang ini juga dapat mengusung dan mengangkat modifikator-modifikator berbakat dari seluruh Indonesia,” ujar Yayak.

Apresiasi positif dari peserta

Gelaran HMC 2022 yang rutin diadakan setiap tahun turut mendapatkan apresiasi dari para modifikator. Salah satu peserta dari Sulawesi Selatan, Imran Syukri, mengatakan bahwa HMC 2022 dapat menjadi wadah untuk menunjukkan kreativitas anak bangsa, termasuk dirinya yang berasal dari Makassar. Ajang ini dapat memacu para modifikator supaya lebih inovatif dan kreatif.

“HMC juga ikut mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya di bidang otomotif,” ujar Imran.

Imran menilai bahwa HMC 2022 diikuti jumlah peserta yang lebih banyak ketimbang 2021. Hal ini membuat persaingan semakin ketat. Meskipun demikian, hal ini tidak mengurungkan niatnya untuk ikut serta.

Hasil modifikasi dari peserta asal Sulawesi Selatan, Ruslan. DOK. AHM Hasil modifikasi dari peserta asal Sulawesi Selatan, Ruslan.

“Ke depan, saya berharap, HMC terus mengadakan kegiatan seperti ini supaya bisa melahirkan para modifikator andal, khususnya dari Makassar. Acara ini juga dapat membuat karya anak bangsa bisa naik level untuk bersaing di ranah internasional,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Jawa Tengah, Ricco Anggi, berharap bahwa HMC tetap konsisten digelar, meski pada situasi pandemi. Menurutnya, acara seperti ini selalu dinantikan oleh para modifikator seluruh Indonesia.

Ricco mengaku, karena proses seleksi masih diadakan secara daring, ia sempat mengalami kendala saat melakukan pendaftaran di situsnya.

“Ke depan, saya berharap agar proses seleksi HMC dapat segera dilaksanakan secara luring di tiap regional. Dengan demikian, saya dapat bertemu dan berkumpul dengan para modifikator sekaligus melihat hasil karya mereka secara langsung,” kata Ricco.

Untuk diketahui, HMC 2022 digelar secara hidrida. Pada fase penyisihan, HMC 2022 dilakukan secara daring. Para peserta yang mengikuti lomba melakukan registrasi di laman www.astra-honda.com/hondamodifcontest.

Sementara itu, pada fase Final Battle, HMC akan diselenggarakan secara luring di Sleman City Hall, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/12/2022).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau