Advertorial

Pertamina Beberkan Kiat Kunci agar UMKM Binaan Bisa Tembus Pasar Global

Kompas.com - 12/12/2022, 11:16 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyelenggarakan seminar nasional “UMKM Bangga Produk Lokal Tembus Pasar Global” untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa menembus pasar global, Sabtu (10/12/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus III Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga, Vice President Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterprise Partnership Program (CSR and SMEPP) Pertamina Fajriyah Usman, serta narasumber dari Pusat Pengembangan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan Edy Priyanto Utomo.

Seminar nasional tersebut sekaligus dalam rangka menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pertamina secara hybrid yang dihadiri lebih dari 500 UMKM dari 30 Rumah BUMN. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan engagement Rumah BUMN Pertamina dengan para pelaku UMKM sekaligus mendorong transformasi bisnis UMKM menuju digitalisasi dan menembus pasar global.

Seminar nasional sekaligus HUT ke-65 Pertamina Dok. Pertamina Seminar nasional sekaligus HUT ke-65 Pertamina

Pada kesempatan itu, Edy menjelaskan bahwa ekspor UMKM Indonesia saat ini masih tertinggal dari negara Asia lain, yakni hanya berkontribusi 14 persen dari total ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar produk UMKM Indonesia belum siap untuk ekspor, meskipun memiliki potensi yang besar.

Edy menjelaskan, nilai keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen merupakan hal penting yang perlu dianalisis agar produk berhasil menembus pasar ekspor. Sebab, produk dengan nilai keunggulan berarti memiliki manfaat yang dibutuhkan konsumen.

“Nilai keunggulan bisa ditunjukkan melalui elemen-elemen produk, yakni pricing, kuantitas produksi, desain, rasa, dan fungsi dari produk tersebut,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/12/2022).

Meski demikian, imbuh Edy, elemen tersebut tidak dapat dianggap sebagai nilai keunggulan jika produk tidak sesuai dengan target pasar. Menurutnya, nilai yang dianggap unggul oleh suatu segmen pasar tertentu belum tentu dianggap unggul bagi segmen pasar lain.

“Setelah mengetahui nilai keunggulan, (langkah selanjutnya) yang perlu dilakukan adalah mengenali potensi target pasar atau negara tujuan ekspor, regulasi perdagangan internasional, khususnya dalam perjanjian atau kemitraan, mengenali prosedur ekspor, serta menyiapkan dokumen ekspor,” tuturnya.

Agar bisa masuk ke pasar ekspor, lanjut Edy, produk harus sudah sesuai dengan standar serta regulasi yang dibuat oleh negara tujuan. Sebagai contoh, terkait kandungan produk yang memerlukan uji lab serta surat tambahan keterangan produk bukan barang ilegal apabila dikirim dengan pengemasan kayu.

Pada kesempatan sama, Arya Sinulingga mengatakan bahwa Kementerian BUMN memahami kendala yang dihadapi UMKM saat ini tidak hanya dalam hal pendanaan, tetapi juga pembinaan.

“Oleh karena itu, kami mendorong Rumah BUMN yang ada di 248 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk membantu memberikan pelatihan,” tutur Arya.

Kementerian BUMN, lanjut Arya, juga mengaktifkan Rumah BUMN untuk mengajak pelaku UMKM masuk ke platform e-commerce. Ia berharap, semua Rumah BUMN sudah memiliki official store sendiri pada akhir 2022.

“Jadi, ketika ada momen tertentu, seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina, bisa dijadikan ajang promosi dengan memberikan promo diskon atau flash sale yang menarik minat konsumen,” ujarnya.

Arya menyatakan bahwa Kementerian BUMN akan terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan maupun pameran. Dukungan ini perlu diiringi dengan semangat pantang menyerah dari pelaku UMKM.

Ia pun mengharapkan pelaku UMKM untuk tidak cepat merasa puas dan terus berpikir kreatif serta inovatif. Utamanya, dalam meningkatkan kualitas produk. Dengan begitu, produk mereka bisa diterima di pasar global.

Seminar nasional ?UMKM Bangga Produk Lokal Tembus Pasar Global? yang diselenggarakan hybrid Dok. Pertamina Seminar nasional ?UMKM Bangga Produk Lokal Tembus Pasar Global? yang diselenggarakan hybrid

Adapun untuk meningkatkan peluang UMKM binaan Pertamina menembus pasar global, Fajriyah menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah bekerja sama dengan beberapa lembaga ekspor, seperti Exporhub, Indonesian Diaspora SME-SMI Export Empowerment & Development (ID-SEED), dan Global Edukasi Talenta Inkubator (GETI). Lembaga tersebut telah berafiliasi dengan asosiasi-asosiasi eksportir Indonesia.

“Kami berharap, jumlah dari UMKM binaan Pertamina maupun UMKM Rumah BUMN Pertamina yang go global akan semakin meningkat,” ujar Fariyah.

Saat ini, lanjut Fajriyah, sekitar 424 UMKM Rumah BUMN Pertamina tercatat sudah masuk kategori go global. Hal ini tidak hanya menambah keuntungan bagi pelaku UMKM, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan seminar nasional tersebut merupakan salah satu bentuk upaya Pertamina untuk membantu pelaku UMKM.

“Memanfaatkan berbagai pelatihan yang dilakukan di Rumah BUMN agar dapat meningkatkan kapasitas UMKM dan menanamkan mindset yang berorientasi tidak hanya untuk meningkatkan penjualan dalam negeri, tetapi hingga ke pasar global,” tuturnya.

Melalui Rumah BUMN, imbuhnya, Pertamina juga senantiasa menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan.

Perlu diketahui, dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam menyukseskan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui implementasi program-program berbasis environmental, social, dan governance (ESG) di seluruh wilayah operasionalnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau