Advertorial

Tekan Angka Stunting, Wali Kota Cilegon Luncurkan Aplikasi Stunting Care

Kompas.com - 16/12/2022, 11:26 WIB

KOMPAS.com – Wali Kota Cilegon Helldy Agustian meresmikan aplikasi Stunting Care Genre Kota Cilegon di The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon, Banten, Kamis (15/12/2022).

Aplikasi tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Cilegon dengan memanfaatkan teknologi, informatika, dan komunikasi.

Sebagai informasi, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021, prevalensi kasus stunting Kota Cilegon mencapai 20,6 persen. Sementara itu, berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPP-GBM) pada Agustus 2021 dari jumlah 26,576 balita sebanyak 2.469 balita atau 9,29 persen mengalami stunting.

Selain itu, dari hasil EPP-GBM Februari 2022, angka stunting di Kota Cilegon telah mengalami penurunan dari 29.110 balita menjadi 1.576 balita atau 5,40 persen dan 893 anak atau 3,89 persen. 

Berdasarkan validasi dari EPP-GBM pada Agustus 2022, kasus stunting di Kota Cilegon mengalami penurunan kembali sebanyak 324 anak, yaitu dari 1.576 anak menjadi 1.252 anak.

Adapun aplikasi Stunting Care merupakan hasil kreativitas dan inovasi para remaja yang tergabung dalam forum Generasi Berencana (Genre) Kota Cilegon.

Pada kesempatan tersebut, Helldy mengapresiasi Genre Kota Cilegon atas kontribusinya dalam membantu menekan angka stunting di Kota Cilegon.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras dari Genre Kota Cilegon yang telah membuat sistem aplikasi Stunting Care. Aplikasi ini akan membantu dalam memberikan informasi tentang stunting di Kota Cilegon sehingga Pemkot Cilegon dapat menekan angka stunting," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/12/2022).

Helldy pun mengimbau masyarakat Cilegon untuk memanfaatkan dan memaksimalkan aplikasi Stunting Care. Sebab, aplikasi tersebut sudah terhubung dengan call center Kota Cilegon, yaitu 112. Selain itu, aplikasi Stunting Care juga memuat panduan tentang Genre.

Ia menambahkan, Pemkot Cilegon akan menggencarkansosialisasi mengenai aplikasi tersebut supaya masyarakat dapat memahami informasi terkait stunting secara lebih mendalam.

“Dengan demikian, angka stunting di Kota Cilegon dapat terus turun setiap tahun dan tidak ada lagi anak-anak Cilegon yang kurang gizi," kata Helldy.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon Agus Zulkarnaen mengatakan bahwa tujuan dari peresmian aplikasi Stunting Care adalah untuk memberikan informasi terkait stunting yang ada di kota Cilegon.

“Aplikasi tersebut sudah dapat diunduh di Play Store secara gratis. Melalui Stunting Care, masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan stunting di Kota Cilegon," ujarnya.

Sebagai informasi, acara peresmian Stunting Care turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten Nur Rizki, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Hasbi Sidiq.

Hadir pula Bunda Genre Kota Cilegon Hanny Seviatry, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Cilegon, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon, perwakilan perusahaan, dan Forum Genre.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau