Advertorial

Targetkan Pengurangan Emisi Karbon Melalui Hutan Pertamina

Kompas.com - 16/12/2022, 14:32 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus mewujudkan komitmen dalam menekan emisi karbon. Salah satunya, melalui program Hutan Pertamina.

Adapun Hutan Pertamina merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina dalam upaya konservasi dan reforestasi hutan dengan menanam pohon mangrove dan pohon daratan.

Terdapat lebih dari 4 juta tumbuhan yang ditanam Pertamina lewat program Hutan Pertamina, seperti mangrove, anggrek, dan pohon daratan lain, telah memberikan manfaat kepada 4.783 masyarakat dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi.

Guna memaksimalkan upaya menekan emisi karbon, Pertamina kembali meresmikan Hutan Pertamina Badak LNG yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/12/2022).

Peresmian tersebut dilakukan oleh Wali Kota Bontang Basri Rase, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Erry Sugiharto, Vice President (VP) Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Fajriyah Usman, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Badak LNG Gema Iriandus Pahalawan, dan Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari.

Sebagai informasi, Hutan Pertamina Badak LNG merupakan Hutan Pertamina ketiga yang diresmikan setelah Hutan Pertamina UGM dan Hutan Pertamina Mahakam. 

Pada kesempatan tersebut, Basri mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif dan kolaborasi Badak LNG sebagai anak perusahaan subholding upstream Pertamina dengan program TJSL Pertamina bersama Universitas Mulawarman lewat Hutan Pertamina Badak LNG.

"Kami sama sekali tidak ada keraguan terhadap proyek tersebut dan siap mendukung sepenuhnya," ujar Basri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/12/2022).

Sebagai informasi, Hutan Pertamina Badak LNG memiliki seluas 40 hektare (ha). Di atas lahan tersebut, akan ditanam sebanyak 400.000 bibit mangrove dengan jenis Avicennia, Rhizophora, dan Sonneratia. Hingga Rabu, telah terealisasi penanaman sebanyak 53 persen atau 215.000 bibit dengan luasan 21,5 ha.

Hutan Pertamina Badak LNG. 

Dok. Pertamina Hutan Pertamina Badak LNG.

Sementara itu, Erry mengatakan bahwa penanaman mangrove melalui Hutan Pertamina di area operasi Badak LNG merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap penerapan aspek environment social and governance (ESG) di perusahaan.

Selain itu, lanjutnya, hal tersebut sebagai bentuk kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin 14, yaitu Ekosistem Lautan.

Erry melanjutkan bahwa peresmian hutan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pertamina dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kelompok masyarakat, dan Universitas Mulawarman di atas area kilang PT Badak NGL seluas 2.000 ha.

Sebelum diresmikan pada 2022, imbuhnya, pembangunan hutan tersebut dimulai dengan reforestasi 40 ha mangrove.

“Tentunya, hal tersebut akan menghasilkan potensi area mangrove yang luar biasa. (Hutan tersebut juga) merupakan salah satu garda terdepan Pertamina dalam pengelolaan perubahan iklim, kontribusi pencapaian SDGs pada poin 14 terkait ekosistem laut, dan wujud komitmen implementasi ESG di Pertamina," ujarnya.

 Direktur SDM Pertamina Erry Sugiharto dalam peresmian Hutan Pertamina Badak LNG. 

Dok. Pertamina Direktur SDM Pertamina Erry Sugiharto dalam peresmian Hutan Pertamina Badak LNG.

Erry juga menyampaikan bahwa program Hutan Pertamina Badak LNG tersebut merupakan salah satu langkah nyata untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan target hingga 41 persen pada 2030 dan target bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 23 persen pada 2025.

"Oleh karena itu, Pertamina sangat serius melaksanakan transformasi dan inisiatif transisi energi guna meningkatkan bauran EBT, serta melakukan berbagai improvement secara operasional, termasuk TJSL,” kata Erry.

Semua itu, katanya, menjadi prioritas perusahaan dalam rangka pencapaian SDGs yang mengedepankan aspek ESG dan blue carbon initiative yang menjadi bagian dari 16 Inisiatif ESG prioritas Pertamina.

Pada kesempatan sama, Gema menyampaikan bahwa peresmian Hutan Pertamina Badak LNG sejalan dengan komitmen PT Badak LNG untuk mereduksi emisi karbon sebanyak 42.021 ton ekuivalen karbon dioksida (CO2e) pada 2022.

"Kami berharap, (peresmian tersebut) tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memunculkan upaya berkelanjutan dalam melestarikan hutan dan wilayah-wilayah lainnya untuk penghijauan dari blue carbon initiative," ujar Gema.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau