Kabar tani

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani di Jember Akses Lahan Pertanian

Kompas.com - 17/12/2022, 15:04 WIB

KOMPAS.com - Indonesia menargetkan menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 karena potensi serapan pasar di dalam dan luar negeri yang terus meningkat.

Meski demikian, sektor pertanian Indonesia masih menemui sejumlah kendala, seperti alat pertanian yang belum optimal serta akses yang belum memadai. 

Oleh karena itu, potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) perlu diperbaiki untuk memaksimalkan hasil pertanian. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) menginisiasi program Jalan Usaha Tani (JUT). Program ini dibuat untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian.

"JUT bertujuan memudahkan akses para petani dalam memperluas jalur distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan petani," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/12/2022).

Direktur Jenderal PSP Kementan Ali Jamil menambahkan bahwa pada praktiknya, JUT juga mendorong pemulihan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19.

"Salah satunya melalui wujud pembangunan jalan pertanian di berbagai daerah dengan pengupayaan tenaga kerja padat karya,” tutur Ali.

JUT di Dusun Sulakdoro, Kabupaten Jember, Jatim, memudahkan akses produksi pertanianDok. Kementan JUT di Dusun Sulakdoro, Kabupaten Jember, Jatim, memudahkan akses produksi pertanian

Untuk diketahui, pembuatan JUT meliputi kawasan budi daya tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Adapun lahan yang ditetapkan sebagai lokasi JUT harus memenuhi syarat, yakni clear dan clean.

Kemudian, status lahan juga harus jelas dan tersedia petani penerima manfaat sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Optimalisasi produksi pertanian

Program JUT sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional, yakni ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor bahan pangan.

Manfaat program JUT mulai dirasakan oleh petani, salah satunya di Dusun Sulakdoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim). 

Sub-Koordinator Pengelolaan Lahan, Air, dan Pembiayaan Bidang Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Jatim, Joko Nur Cahyono mengatakan bahwa petani akan kesulitan jika jalan sebagai akses pertanian tidak bagus. 

Kemudian, perawatan alat mesin pertanian (alsintan) ataupun sarana dan produksi pertanian (saprodi) juga menjadi lebih sulit. 

“Pembangunan JUT sangat memudahkan mobilitas sehingga mampu menekan biaya produksi pertanian," ujar Joko.

Joko menjelaskan bahwa JUT melancarkan mobilitas alat dan mesin pertanian untuk mengangkut sarana produksi menuju lahan pertanian serta hasil produk pertanian.

JUT, kata Joko, adalah jalan yang ada di hamparan persawahan dan tidak secara langsung menghubungkan dua perkampungan. Karena itu, JUT bukanlah jalan perkampungan. JUT juga tidak dibuat untuk dilalui kendaraan besar karena ukuran lebar jalan ini hanya 2,5 meter.

“Kendaraan paling besar yang bisa lewat hanya mobil pikap,” tuturnya.

Manfaat JUT di Dusun Sulakdoro, Kabupaten Jember, Jatim, dirasakan oleh petani Dok. Kementan Manfaat JUT di Dusun Sulakdoro, Kabupaten Jember, Jatim, dirasakan oleh petani

Joko pun mengimbau petani untuk merawat JUT yang menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, jika tidak ada JUT, petani akan kesulitan membawa hasil tani, terlebih saat hujan.

"Mohon dirawat dengan baik supaya usia JUT lebih lama. Tolong diawasi juga penggunaannya. Jika truk tronton lewat, jalannya pasti rusak karena melebihi batas ambang maksimal muatan," jelas Joko.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki 2 Dusun Sulakdoro, Kabupaten Jember, Jatim, Soimin bersyukur dengan keberadaan JUT. Pasalnya, jalan ini bisa mengurangi biaya produksi sehingga bisa membawa hasil tani lebih mudah dan cepat.

 "JUT sangat membantu karena menjadi satu-satunya jalan akses pertanian di desa kami. Sebelum ada JUT, akses sangat sulit terutama saat musim hujan,” ucap Soimin.

Di Dusun Sulakdoro, JUT dibangun sepanjang 200 meter. Soimin menyebut, tak hanya membantu petani, JUT juga ikut dinikmati masyarakat umum. 

"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah desa, khususnya kepada Kepala Desa Lojejer Muhammad Soleh serta Kementan," katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau