Advertorial

Pertamina Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di Kegiatan EV Funday Kementerian ESDM

Kompas.com - 19/12/2022, 19:27 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar kegiatan konvoi kendaraan listrik dalam acara Electric Vehicle (EV) Funday di Jakarta, Minggu (18/12/2022).

Konvoi tersebut dimulai dari Silang Barat Daya Monas dan berakhir di Plaza Timur Gelora Bung Karno Senayan. Jarak yang ditempuh konvoi ini mencapai 14,8 kilometer (km)

Sebagai informasi, kegiatan EV Funday merupakan bentuk dukungan dan sosialisasi dari Kementerian ESDM terhadap program Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Upaya itu selaras dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Selain itu, Kementerian ESDM juga tengah mengimplementasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2020 tentang Percepatan Program kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan dan Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, dorongan terhadap program KBLBB adalah bagian dari transisi energi.

“Program tersebut bertujuan untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), serta menghemat devisa dan subsidi BBM," ujar Arifin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (19/12/2022).

Arifin menambahkan, dokumen Grand Strategi Energi Nasional dan rancangan Net Zero Emission (NZE) Indonesia menargetkan penggunaan lebih dari 2 juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada 2030.

"Kementerian ESDM telah menetapkan konversi motor BBM ke listrik sebesar 6 juta sampai 2030 dengan manfaat dapat mengurangi konsumsi BBM hingga 13,4 juta barel per tahun,” tuturnya.

Upaya tersebut pun dikatakan Arifin dapat membantu pemerintah menghemat subsidi Pertalite sebesar Rp 9,48 triliun per tahun.

“Selain itu, konversi motor BBM ke listrik juga dapat membantu penurunan emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 4 juta ton, peningkatan konsumsi listrik 2,6 terawatt hour (TWh) per tahun, dan multiplier effect pada ekonomi sekitar Rp 84 triliun," kata Arifin.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Subholding Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) Dannif Danusaputro menjelaskan bahwa untuk mendukung program pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, Pertamina akan menyediakan fasilitas dan infrastruktur pendukung terlebih dahulu.

"Hal ini dilakukan agar masyarakat yang sudah menggunakan kendaraan listrik lebih percaya diri karena charging station maupun battery swapping station-nya sudah tersedia. Dengan begitu, diharapkan tidak ada kekhawatiran bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik," terang Dannif.

Saat ini, lanjut Dannif, Pertamina terus melakukan pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan akan terus mendukung program konversi motor listrik.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan misi Pertamina yang saat ini tengah mengembangkan bisnis baterai untuk mendukung optimalisasi ekosistem EV.

“Jadi, nanti motor-motor listrik ataupun motor yang dikonversi bisa melakukan swapping atau penukaran baterai. Ke depannya, motor-motor listrik dan konversi dijualnya harus dengan menggunakan baterai terstandardisasi agar bisa di-swapping," tutur Dannif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau