Advertorial

Ini Pentingnya Menerapkan Pola Makan Bergizi

Kompas.com - 27/12/2022, 16:20 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang yang mendambakan tubuh sehat supaya tetap fit dan tak mudah sakit. Dengan tubuh yang sehat, seseorang bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan efektif.

Sejatinya, terdapat berbagai cara untuk menjaga kesehatan. Salah satunya, dengan mengatur pola makan dan asupan gizi seimbang.

Umumnya, masyarakat membagi waktu makan dalam sehari menjadi beberapa bagian, yakni sarapan pada pagi hari serta makan siang dan malam.

Di antara ketiga waktu makan itu, masyarakat bisa menyisipkan camilan sehat untuk mengisi perut yang mulai kosong. Dengan demikian, waktu makan menjadi lima kali sehari.

Untuk diketahui, pola makan dengan jumlah tepat dan frekuensi teratur dapat membuat tubuh menjadi sehat sekaligus ideal. Sebaliknya, pola makan berantakan dapat mengacaukan jam biologis tubuh sehingga menimbulkan risiko terkena penyakit jantung dan diabetes.

Berdasarkan keterangan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terdapat lima cara untuk menerapkan pola makan sehat, antara lain minum air putih paling sedikit delapan gelas atau kurang lebih dua liter liter per hari, perbanyak konsumsi buah dan sayur setiap hari, serta memilih sumber pangan segar dan diolah dengan cara direbus atau dikukus.

Selanjutnya, membatasi konsumsi kecap, saus, penyedap rasa, pemanis, pengawet, dan perisa sintetis.

Tak kalah penting, masyarakat harus membudayakan membaca label komposisi sebelum memilih makanan kemasan atau siap saji. Pasalnya, makanan siap saji umumnya mengandung monosodium glutamat (MSG).

Seperti diketahui, mengurangi MSG menjadi salah satu hal penting untuk menjalani pola makan sehat. Sayangnya, masyarakat sudah terbiasa menggunakan MSG untuk menambah cita rasa pada makanan.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pola makan sehat, masyarakat sebaiknya mengurangi penggunaan MSG dan lebih banyak mengonsumsi makanan bernutrisi.

Salah satu produk yang bisa menjadi pilihan adalah Mie Jiwa Pagi dari Kobe. Mie Jiwa Pagi merupakan mi instan sehat dengan cita rasa enak untuk mendukung pola hidup sehat.

Mi tanpa MSG tersebut terbuat dari sayur serta mengandung vitamin A, B2, B9, zat besi, serta zink. Tak hanya itu, Mie Jiwa Pagi juga lebih rendah lemak karena tidak melalui proses penggorengan. Dengan demikian, mi ini cocok dinikmati oleh pelaku diet.

Anda bisa mendapatkan Mie Jiwa Pagi dengan varian rasa Mie Goreng, Ayam Bawang, dan Soto Segeer di e-commerce Kobe Official Store atau di berbagai merchant terdekat.

Langkah untuk memiliki tubuh sehat bisa dimulai dengan bijak memilih makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Yuk, mulai dengan mengonsumsi Mie Jiwa Pagi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau