Advertorial

Ulang Tahun Ke-13, Penerbit Deepublish Gelar Talk Show BERAKSI

Kompas.com - 13/01/2023, 21:22 WIB

KOMPAS.com – Penerbit Deepublish menggelar talk show bertema “BERAKSI: Bersama Akademisi untuk Mengembangkan Literasi” pada puncak perayaan ulang tahun ke-13, Rabu (11/12/2023).

Talk show yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom serta Instagram dan Youtube Live itu dihadiri oleh lebih dari 900 peserta dari seluruh Indonesia. Meski dilaksanakan secara daring, peserta tampak antusias mengikuti acara tersebut

Pada talk show berjudul “Digitalisasi Sistem Pendidikan untuk Meningkatkan Budaya dan Literasi”, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Drs Muh Abdul Khak, MHum hadir mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Ristek Nadiem Makarim sebagai keynote speaker.

Keynote speaker lain adalah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Prof drh Aris Junaidi.

Selain itu, hadir pula dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Semarang Dr Hendi Pratama, SPd, MA sebagai narasumber.

Abdul menjelaskan, Indonesia mengalami krisis pembelajaran dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari indeks literasi membaca nasional yang rendah.

“Hal tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan akses terhadap bacaan, baik buku dalam bentuk kertas maupun digital, yang rendah,” ujar Abdul dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (13/1/2023).

Kondisi itu, kata dia, memunculkan tantangan besar dalam dunia pendidikan. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan kesenjangan kualitas kompetensi siswa antarwilayah di Indonesia.

“Dulu, literasi hanya sebatas membaca dan berhitung. Seiring perkembangan zaman, literasi dasar mencakup enam hal, yakni bahasa dan sastra, numerasi, sains, information and communication technology (ICT), finansial, serta budaya dan kewargaan,” jelas Abdul.

Sementara itu, Aris mengatakan bahwa agar dapat menjadi agen perubahan pada abad ke-21, mahasiswa perlu dibekali enam literasi dasar dan 16 skill. Pembekalan ini pun perlu didukung kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

“Kebijakan tersebut dapat memberikan bekal untuk meningkatkan literasi, kompetensi dan kemampuan 6C (computational thinking, creative, critical thinking, collaboration, communication, dan compassion),” jelas Aris.

Selanjutnya, Hendi memaparkan mengenai perkembangan literasi yang semakin luas sesuai perkembangan zaman.

Menurut dia, etika dalam menulis penelitian dan tugas merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan, khususnya di kalangan mahasiswa. Terlebih, dengan kehadiran artificial intelligence (AI), misalnya ChatGPT.

“Banyak mahasiswa bertanya mengenai cara mengakali plagiasi di Turnitin. Hal ini menunjukkan bahwa etika mahasiswa rendah. Akademisi dan pendidik harus mengajari (mahasiswa) cara menulis dengan benar dan tidak melakukan plagiat,” kata Hendi.

Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof dr Ova Emilia, MMedEd, SpOG(K), PhD turut memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Penerbit Deepublish.

“Semoga Penerbit Deepublish serta institusi di seluruh Indonesia dapat berkolaborasi dan menjadi penggerak dalam pengembangan literasi di Indonesia. Dengan demikian, literasi Indonesia dapat bersaing di ajang internasional melalui digitalisasi pendidikan,” kata Ova.

Sebagai informasi, talk show tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan Penerbit Deepublish dalam enam kategori, yaitu Buku Best Seller of The Year, Reseller of The Year, Mitra Plus Net Promoter Pendatang Baru Progresif of the Year Mitra Plus Net Promoter Produktif of the Year, Penulis Produktif of The Year, Mitra Institusi Produktif of The Year, dan Mitra of The Year.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau