Advertorial

Hadiri Rakornas Forkopimda 2023, Presiden Jokowi Beri Arahan dan Santap Makan Siang dengan Peserta

Kompas.com - 18/01/2023, 10:43 WIB

KOMPAS.com — Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tahun 2023 di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (17/1/2023).

Ada hal menarik dalam kehadiran orang nomor satu Indonesia di Rakornas yang dihadiri oleh 4.545 peserta tersebut.

Awalnya, Jokowi dijadwalkan meninggalkan acara setelah menyampaikan arahan dan membuka Rakornas. Meski sempat meninggalkan lokasi seusai membuka Rakornas, Presiden justru kembali ke ruangan untuk menyimak rangkaian acara.

Jokowi tampak menikmati acara dan betah berlama-lama duduk mengikuti diskusi panel yang menghadirkan sejumlah pembicara dari jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju serta beberapa pejabat tinggi negara yang dipandu Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar.

Saat jeda istirahat shalat dan makan siang, Jokowi tampak berjalan mengelilingi lokasi acara untuk menyapa sejumlah peserta yang terdiri dari kepala daerah dan jajaran Forkopimda seluruh Indonesia. Bahkan, sesekali ia melayani permintaan foto bersama (wefie) dari beberapa peserta.

Tak hanya itu, Jokowi juga bersantap siang bersama para peserta dan undangan. Menu yang disantap pun sama dengan peserta dan undangan yang hadir, yakni nasi kotak.

Sebagai informasi, Rakornas yang digelar Kemendagri tersebut mengusung tema "Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi". Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk seluruh menteri koordinator (menko) yang terbagi dalam empat diskusi panel.

Berbagai isu penting menjadi pembahasan dalam diskusi tersebut, di antaranya Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi; Penguatan Investasi, Hilirisasi, dan Kemudahan Perizinan Berusaha; Penanganan Covid-19, Stunting, Kemiskinan, dan Jaring Pengaman Sosial; serta Stabilitas Politik, Hukum, Keamanan, dan Pengawasan.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan sejumlah arahan mengenai ancaman resesi hingga stabilitas jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Ia mengingatkan seluruh kepala daerah dan pemangku kebijakan di Indonesia agar berhati-hati terhadap ancaman resesi.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi kita berada pada posisi yang sangat baik, (mohon tetap) berhati-hati. Pasalnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi sepertiga ekonomi dunia diprediksi mengalami resesi. Bahkan, untuk negara yang tidak terkena resesi, ratusan juta penduduknya merasakan seperti sedang resesi. Jadi, hati-hati,” ujar Jokowi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/1/2023).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau