Advertorial

35 Tahun Perjalanan Purwa Caraka Musik Studio Mendidik Generasi Penerus lewat Musik

Kompas.com - 09/02/2023, 14:12 WIB

KOMPAS.com - Purwa Caraka Music Studio (PCMS) berupaya menyadarkan masyarakat Indonesia terkait peran penting musik dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memberi warna kehidupan dan dinikmati oleh hampir semua orang, musik juga bisa menjadi media dalam meningkatkan kecerdasan seseorang, terutama pada anak-anak usia sekolah.

“Kami berharap, keberadaan studio musik ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terlebih, sebanyak 75 persen murid di Purwa Caraka berasal dari kalangan pelajar. Semoga kami bisa memberikan dampak positif bagi mereka dalam hal bermusik,” kata pendiri PCMS Purwa Tjaraka dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/2/2023).

Purwa Tjaraka juga berharap, sekolah musiknya bisa membantu masyarakat untuk mengembangkan minat musik di Indonesia. Salah satu upayanya adalah dengan menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas melalui pendidikan musik.

Selain menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, PCMS juga menggelar sejumlah agenda rutin. Beberapa di antaranya adalah konser siswa dan festival musik. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan musisi yang “lengkap”, yaitu bisa mengekspresikan diri secara terampil, kreatif, dan artistik.

Pandemi bukan berarti berhenti

Dengan bekal pengalaman selama lebih dari 30 tahun dalam dunia pendidikan musik, PCMS tetap bertahan hingga kini. Bahkan, sekolah musik ini telah memiliki 80 cabang di berbagai wilayah di Indonesia. 

Salah satu strategi untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Hal ini membantu PCMS beradaptasi dan menjalankan proses belajar secara jarak jauh.

Pada masa pandemi Covid-19, misalnya, PCMS memahami bahwa musik adalah salah satu aspek yang memiliki manfaat besar untuk kesehatan raga dan mental seseorang. Oleh karena itu, pihak PCMS berupaya untuk tetap hadir guna memberikan pendidikan musik, meski dihadapkan dengan berbagai kendala dan juga keterbatasan.

Beberapa pembelajaran daring juga dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap pandemi. Mulai dari kelas online, ujian online, hingga konser dan kompetisi online sukses diselenggarakan. Hal ini merupakan wujud komitmen PCMS yang bersungguh-sungguh dalam berdedikasi demi pendidikan musik di Tanah Air. 

Meski di tengah pandemi, murid PCMS juga meraih sejumlah prestasi yang membanggakan. Mereka mampu memberikan penampilan yang memukau di berbagai festival dan kompetisi, baik di kancah nasional maupun internasional.

Hal ini juga dapat dibuktikan dengan berbagai perolehan prestasi siswa-siswi PCMS di berbagai ajang festival dan kompetisi musik di kancah nasional serta internasional.

Murid berprestasi Purwa Caraka Music Studio. 

Dok. Purwa Caraka Music Studio Murid berprestasi Purwa Caraka Music Studio.

Sebagai contoh, Purwa Caraka Music Studio Choir yang menyabet penghargaan pada The X International Jean Sibelius Choir Competition 2022 yang diselenggarakan di Turku, Finlandia. Grup paduan suara yang dibina langsung di Kantor Pusat PCMS ini meraih 2nd Place Diploma II Children and Youth Choir Category.

Tak hanya itu, Purwa Caraka Music Studio Choir juga mendapatkan Gold Diploma Level 1 dengan nilai 86,35 pada ajang Michelangelo International Music Festival di Italia. Grup ini juga menduduki posisi Top Three pada Awarding Ceremony dalam festival paduan suara internasional tersebut. 

Pada Asia Pacific Arts Festival 2022 yang diselenggarakan di Penang, Malaysia, murid PCMS juga kembali mengharumkan nama Indonesia. Pada ajang festival seni tingkat internasional ini, mereka mendapatkan gelar Grand Champion, menyabet 2 Gold Medal with Distinction, 9 Gold Medal, 11 Silver Medal, serta 1 Bronze Medal.

Tahun ke-35 untuk PCMS

Memasuki tahun ke-35 di bidang pendidikan musik di Indonesia, PCMS berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi memberikan yang terbaik untuk seluruh murid, khususnya dalam menghadirkan musik anak-anak.

Untuk mewujudkan harapan itu, PCMS menggelar National Music Competition. Gelaran ini merupakan kompetisi musik yang bisa diikuti oleh siapa saja dan dari mana saja.

Pihak PCMS juga telah membuka tahap penyisihan secara daring melalui live video performance yang telah dikirimkan oleh peserta. Video ini akan dikurasi oleh tim juri yang terdiri dari para ahli di bidangnya masing-masing.

National Music Competition yang diadakan oleh Purwa Caraka Music Studio. 

Dok. Purwa Caraka Music Studio National Music Competition yang diadakan oleh Purwa Caraka Music Studio.

Selanjutnya, pada tahap final, National Music Competition akan diselenggarakan secara langsung di Kota Surabaya dan Kota Yogyakarta. Selain itu, National Music Competition juga akan menggelar dua agenda dalam waktu dekat, yaitu National Vocal Competition dan National Drum Competition.

Selain itu, ada juga Festival Seni yang akan diselenggarakan di Bali. Festival ini bisa diikuti oleh siapa saja, termasuk musisi berbagai negara. Festival ini juga akan diisi dengan lokakarya dan kompetisi seni pertunjukan.

Adapun tujuan penyelenggaraan festival itu adalah mempromosikan harmoni, perdamaian, dan persahabatan global melalui pertukaran budaya yang beragam. 

Dengan demikian, Festival Seni diharapkan dapat mendorong peserta untuk memelihara serta memupuk persatuan dan perdamaian melalui pemahaman tentang keragaman budaya, ras, bahasa, kepercayaan, tradisi, dan adat istiadat. 

Dengan begitu pula, perdamaian dan persatuan melalui ekspresi kecintaan pada seni dapat terwujud.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau