Advertorial

Catat! Berikut 3 Persiapan Penting untuk Jaga Kondisi Keuangan Saat Resesi

Kompas.com - 10/02/2023, 15:01 WIB

KOMPAS.com – Pada 2023, isu resesi semakin kuat menggaung di seluruh dunia. Dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi didefinisikan sebagai memburuknya kondisi ekonomi negara.

Kondisi tersebut juga dapat melemahkan daya beli masyarakat dan berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

Lantas, apa yang perlu dipersiapkan agar kondisi keuangan masyarakat tetap terjaga meski resesi menghantui? Dirangkum dari Kompas.com, Rabu (16/11/2022), berikut adalah ulasannya.

  1. Mengevaluasi kondisi karier

Sebagai persiapan dan antisipasi dampak resesi, kamu perlu mengevaluasi kondisi karier saat ini. Tak ada salahnya untuk mempersiapkan rencana karier cadangan.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan mempertajam skill dan membangun kembali koneksi dalam jaringan profesional.

Selain itu, kamu juga bisa mulai mencari penghasilan tambahan, baik lewat bisnis sampingan maupun pekerjaan paruh waktu (freelance).

  1. Lunasi utang dan penuhi target dana darurat

Kewajiban membayar utang atau cicilan merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan jika kondisi keuangan terganggu akibat resesi. Oleh sebab itu, sebisa mungkin kamu perlu melunasi utang atau mempersiapkan dana khusus untuk melunasi cicilan.

Sementara itu, dana darurat dapat menjadi juru selamat ketika ekonomi melemah. Kamu bisa menyisihkan sebagian penghasilan atau berinvestasi hingga jumlah dana darurat yang ditargetkan tercapai.

Bagi seseorang yang belum berkeluarga atau memiliki tanggungan, jumlah dana darurat yang ideal adalah setara dengan biaya hidup selama tiga hingga enam bulan.

Sebagian penasihat keuangan bahkan menyarankan masyarakat, terutama mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, untuk mempersiapkan dana darurat senilai pengeluaran pokok selama satu tahun.

  1. Mencatat prioritas keuangan

Mencatat prioritas keuangan perlu dilakukan untuk menguraikan kondisi finansial saat ini. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui jumlah uang yang dimiliki, pendapatan, utang, dan kebutuhan tiap bulan.

Berdasarkan catatan tersebut, kamu bisa mengevaluasi kembali dana minimum yang diperlukan setiap bulan dan kebertahanan finansial jika terpaksa kehilangan pekerjaan akibat resesi.

Catatan itu juga dapat membantu kamu membuat skala prioritas kebutuhan dan mengelola keuangan dengan cermat.

Untuk memudahkan pengelolaan keuangan tersebut, kamu bisa memanfaatkan fitur 360 Digital Wealth yang terdapat pada aplikasi mobile banking M2U ID App dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk atau Maybank Indonesia.

Sementara itu, fitur 360 Digital Wealth dapat membantu nasabah untuk memonitor pengeluaran. Lewat fitur ini, nasabah bisa mengatur besaran dana yang ditabung atau dana yang sudah dikeluarkan.

Selain itu, nasabah juga bisa mengetahui besaran dana yang dapat dikembangkan sehingga mereka dapat mengelola aset dan pinjaman dengan cermat.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, nasabah dapat mengatur rencana finansial secara lebih baik sebagai persiapan menghadapi 2023.

Untuk menggunakan fitur 360 Digital Wealth, nasabah dapat mengunduh M2U ID App melalui App Store atau Play Store.

Fitur 360 Digital Wealth di Aplikasi M2U ID App. Dok. Maybank Indonesia Fitur 360 Digital Wealth di Aplikasi M2U ID App.

Setelah melakukan pendaftaran serta pembukaan rekening secara online, nasabah dapat menggunakan fitur 360 Digital Wealth untuk keperluan sehari-hari.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fitur 360 Digital Wealth pada M2U ID App, kamu bisa mengakses tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau