Advertorial

Ubah Mindset Sandwich Generation Jadi Great Generation, Great Eastern Life Indonesia dan Kompas Gelar Webinar

Kompas.com - 04/03/2023, 11:47 WIB

KOMPAS.com - Tak sedikit para pekerja usia 30 hingga 35 tahun atau dalam usia produktif yang dihadapkan dengan tanggung jawab ganda sebagai sandwich generation. Hal ini membuat, pendapatan yang mereka terima tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang-orang yang "bergantung" kepadanya.

Diberitakan Kompas.com, Senin (22/11/2021), sandwich generation merupakan sebutan untuk individu yang harus mencukupi kebutuhan ekonomi sendiri, keluarga inti, dan orang tua. Dengan kata lain, mereka ini adalah tulang punggung keluarga. Peran ini tidak mudah, apalagi jika penghasilan pas-pasan.

Kondisi itu bahkan diperparah dengan ketidakmampuan mereka dalam mengatur keuangan di tengah tuntutan pemenuhan kebutuhan sehari-hari banyak pihak. Tak heran jika sandwich generation kerap kewalahan dengan peran yang dijalankan.

Adapun kendala yang sering dialami oleh sandwich generation dalam mengatur keuangan adalah menentukan prioritas ke mana uang itu akan digunakan. Mereka bingung dalam menentukan keperluan siapa yang harus didahulukan, apakah diri sendiri, orangtua, atau pasangan dan anak.

Masalah itu bisa semakin memburuk jika seseorang hanya memiliki satu sumber pendapatan. Belum lagi jika ada kondisi tak terduga, seperti sakit yang membutuhkan biaya besar atau memperbaiki kendaraan rusak.

Tingginya tuntutan keuangan kerap membuat sandwich generation tertekan hingga stres. Jika dibiarkan tanpa mencari solusi, kondisi tersebut akan memengaruhi tingkat kebahagiaan, menyebabkan depresi dan perasaan bersalah bagi mereka. Apalagi, sandwich generation biasanya sulit menyeimbangkan kehidupan pribadinya karena kelelahan secara fisik dan mental.

Temukan solusinya

Menjadi sandwich generation memang bukan hal mudah. Namun, kewajiban ini bisa dilakukan dengan baik jika mengetahui langkah apa yang harus dilakukan, salah satunya dengan pengelolaan keuangan yang tepat.

Dikutip dari Thesmedia.com, Sabtu (14/8/2022), pengelolaan keuangan yang benar dapat meringankan tugas sandwich generation. Hal itu bisa dilakukan dengan menghitung pendapatan dan pengeluaran per bulan terlebih dulu. Kemudian, tentukan batasan pengeluaran dan pendapatan minimum untuk kepentingan keluarga inti.

Selanjutnya, usahakan untuk tetap menabung atau mengalihkan uang yang tersisa dengan berinvestasi dan proteksi asuransi. Untuk kebutuhan ini, sandwich generation bisa memilih Great Eastern Life Indonesia yang dapat membantu mempersiapkan masa depan lebih baik.

Sebab, Great Eastern Life Indonesia juga memiliki konsen terhadap permasalahan yang dialami oleh sandwich generation. Perusahaan asuransi jiwa asal Singapura itu menggandeng Kompas untuk mengadakan webinar bertajuk "K-Talk: Reach For Great generasi: Saatnya Ubah Perspektif Sandwich Generation Jadi Great Generation".

Webinar akan diadakan pada Selasa (7/3/2023) dengan mengundang tiga narasumber ahli di bidangnya, seperti artis dan entrepreneur Tarra Budiman, financial planner Rista Zwestika, dan Head of Group Insurance and Affinity Great Eastern Life Indonesia Daniel Herjun Putranto.

Ketiga narasumber itu akan membahas informasi tentang pentingnya memutus rantai sandwich generation dengan mencetak great generation. Akan dibahas pula tentang siasat yang perlu dilakukan dalam pengelolaan keuangan bagi sandwich generation.

Selain itu, ada juga tip menentukan prioritas kebutuhan serta informasi pentingnya asuransi dalam perjalanan pengelolaan keuangan bagi sandwich generation. Diadakan pula sesi yang membahas solusi perlindungan dari Great Eastern Life Indonesia yang cocok untuk sandwich generation.

Para narasumber juga akan memberikan informasi tentang #ReachforGreat dan menjadi #GreatGeneration. Sebab, sandwich generation pun harus #JadiHebat dalam mengelola keuangan.

Jadi, jangan sampai ketinggalan. Yuk, ikuti webinar "Reach for Great Generation: Saatnya Ubah Perspektif Sandwich Generation Jadi Great Generation". Informasi selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau