Advertorial

Meningkat Signifikan, Gubernur Andi Sudirman Panen Mandiri Benih di Desa Palakka

Kompas.com - 11/03/2023, 13:41 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman melakukan prosesi penanaman padi dalam program Mandiri Benih di Desa Palakka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Kamis (9/3/2023). 

Orang nomor satu di Sulsel itu melakukam panen bersama Wakil Bupati Bone Bapak Ambo Dalle, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel Imran Jauzi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bone.

Andi menuturkan, program tersebut berhasil meningkatkan hasil panen dari 6,97 ton per hektare (ha) menjadi 13,4 ton per ha.

“Alhamdulillah, terjadi peningkatan signifikan hasil panen padi melalui program Mandiri Benih oleh Pemprov Sulsel Tahun Anggaran (TA) 2022. Kami turut senang dengan kabar gembira dari petani yang merasakan manfaat peningkatan produksinya berkat program Mandiri Benih,” ujar Gubernur Sulsel dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/3/2023).

Seperti diketahui, Pemprov Sulsel melalui Dinas TPHBun telah menyalurkan bantuan benih padi gratis kepada petani sebanyak 2.511.350 kg atau 2.511 ton untuk lahan pertanian seluas 100.454 ha selama 2022.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. DOK. Pemprov Sulsel Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Program prioritas tersebut, kata Andi, akan kembali dilanjutkan pada 2023. Pihaknya akan menyalurkan 2,5 juta kg atau 2,5 ribu ton benih untuk lahan pertanian seluas 100.000 ha.

“Mari kita bersinergi menjaga ketahanan pangan melalui program Mandiri Benih,” tuturnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau