Advertorial

Progres Coklit Hampir 100 Persen, Bupati Kediri Imbau Warga Sukseskan Pemilu 2024

Kompas.com - 14/03/2023, 15:05 WIB

KOMPAS.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri Ninik Sunarmi menyebutkan, progres pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Bumi Panjalu untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah mencapai 99,98 persen per Senin (13/3/2024).

Berdasarkan laporan tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengimbau masyarakat Kabupaten Kediri yang telah memiliki hak pilih untuk berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024.

"(Pemilu yang dilaksanakan pada) 14 Februari 2024 menjadi penentu nasib bangsa ke depan. (Melalui pesta demokrasi tersebut, masyarakat akan) menentukan siapa pemimpinnya, siapa wakil panjenengan," kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/3/2023).

Mas Dhito pada kegiatan pantarlih.Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito pada kegiatan pantarlih.

Untuk diketahui, coklit Pemilu 2024 digelar KPU sejak Minggu (12/2/2023) hingga Selasa. Pada pelaksanaannya, petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) menyambangi rumah warga satu per satu untuk mencocokkan data pemilih.

Adapun berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), masyarakat Kabupaten Kediri mencapai sekitar 1.294.887 jiwa.

Melalui kegiatan tersebut, petugas juga mendata warga yang memiliki hak pilih, tetapi belum terdaftar.

Kemudian, warga yang telah terdaftar mendapatkan tanda bukti berupa lembaran kertas berisi nama-nama anggota keluarga yang berhak menggunakan hak pilih. Sebagai tanda telah dilakukan coklit, petugas menempelkan stiker pada rumah yang didatangi.

Mas Dhito pada kegiatan pantarlih.Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito pada kegiatan pantarlih.

“Bagi masyarakat Kabupaten Kediri yang telah memenuhi syarat memilih, tetapi belum terdaftar, harap segera mendaftarkan diri kepada KPU agar dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024,” imbau Mas Dhito.

Setelah pelaksanaan coklit, KPU akan melakukan tahapan penyusunan dan rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS). Data ini kemudian akan dijadikan sebagai dasar daftar pemilih. Dengan penyelenggaraan coklit, data pemilih Pemilu 2024 diharapkan bisa didapatkan secara akurat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau