Advertorial

Teater Keliling Sukses Tampilkan Drama Musikal The Great Rahwana: Rerun 2023

Kompas.com - 16/03/2023, 15:18 WIB

KOMPAS.com – Komunitas seni Teater Keliling sukses menggelar pentas drama musikal berjudul The Great Rahwana: Rerun 2023 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Sabtu (4/3/2023).

Dibagi ke dalam dua pertunjukan, pentas tersebut sukses menghibur sekitar 1.200 penonton yang hadir secara langsung. Apresiasi pun mengalir deras untuk komunitas yang hampir berusia setengah abad itu.

Untuk diketahui, drama musikal The Great Rahwana kembali digelar karena animo yang tinggi dari pencinta teater.

The Great Rahwana sendiri merupakan lakon cerita yang berasal dari sudut pandang orang-orang terdekat Rahwana yang melihatnya dari sisi yang berbeda.

Berkat penuturan mereka, sisi-sisi kebesaran seorang Rahwana yang penuh cinta dan sisi yang jarang diketahui oleh banyak orang dapat terkuak.

Sebelumnya, Rahwana sering dilabeli sebagai pribadi dasamuka atau manusia dengan sepuluh muka angkara murka.

Pementasan yang dikemas dalam bentuk ringan dan kekinian itu pun mendapat sambutan baik dari para penonton. Sebab, alurnya mudah dicerna oleh masyarakat, terutama oleh generasi muda.

Tak hanya itu, alur cerita juga semakin menarik untuk dinikmati karena esensi penting dari pengisahan wayang yang sarat akan filosofi kehidupan manusia tidak dikurangi sedikit pun.

Kisah dari The Great Rahwana pun seakan mengajarkan penonton bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang benar-benar jahat.

Selain itu, penampilan dan pencitraan yang kerap ditampilkan di depan umum tidak bisa dijadikan acuan untuk menilai fakta yang terjadi di baliknya.

Sebagai informasi, Teater Keliling adalah sebuah komunitas teater yang berdiri pada 1974.

Komunitas tersebut didirikan oleh Ir Dery Syrna, Rudolf Puspa, Buyung Zasdar, dan Paul Pangemanan serta didukung oleh sejumlah tokoh teater, seperti Jajang C Noer, Saraswaty Sunindyo, dan Willem.

Hingga saat ini, Teater Keliling sudah menorehkan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarahnya. Beberapa di antaranya, terkait pengalaman dalam pelatihan serta pelaksanaan pementasan teater dan seni.

Tak sampai di situ, di usianya yang kini hampir menginjak 47 tahun, Teater Keliling sudah melakukan lebih dari 1.600 pementasan di seluruh provinsi di Indonesia dan tampil di 11 negara.

Sejumlah penghargaan juga telah diraih oleh Teater Keliling, seperti Rekor MURI sebagai Teater dengan Pementasan Terbanyak (2010), Abdi Abadi FTI (2016), dan Bentara Budaya (2017).

Selain The Great Rahwana, Teater keliling juga pernah membawakan sejumlah cerita rakyat lain, seperti Takdir Cinta Pangeran Diponegoro, The Great Rahwana: 2019, Putri Mandalika, Calon Arang, Keong Mas, Ismail Marzuki, Bagindo Aziz Chan, dan Calon Arang: Indonesia Tour.

Adapun dalam pementasan yang dilakukan sepanjang periode 2018 hingga 2022, Teater Keliling turut melibatkan 750 anak-anak yang berasal dari sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk informasi terkini seputar Teater Keliling, silakan ikuti akun Instagram @teaterkelilingind.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau