Advertorial

Gubernur Sulsel Lakukan Lawatan ke Australia untuk Perkuat Kerja Sama di Berbagai Sektor

Kompas.com - 17/03/2023, 20:39 WIB

KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman melakukan lawatan ke Australia pada Senin (13/3/2023). Adapun kunjungan ini dilakukan sebagai balasan dan follow-up dari kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese MP pada 2022.

“Alhamdulillah, kunjungan ke Australia (adalah) untuk melihat peluang kerja sama dalam berbagai sektor,” ujar Andi Sudirman dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/3/2023).

Pada hari kedua lawatan, Selasa (14/3/2023), berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan. Salah satunya, pertemuan dengan delegasi yang menjanjikan bagi keterlibatan investor dari Negeri Kanguru di Sulsel, khususnya dari Negara Bagian Victoria.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Australian Indonesian Business Council (AIBC) and The Australia Indonesia Centre (AIC).

Dalam pertemuan itu, Andi Sudirman menyampaikan sejumlah potensi bisnis di Sulsel. Ia berharap, keterlibatan investor dalam mengembangkan potensi tersebut dapat menjadi sebuah aktivitas ekonomi dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

Ia juga melaporkan sejumlah upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam mendukung perkembangan transportasi, pertanian, peternakan, energi terbarukan, dan destinasi pariwisata di Sulsel.

Tak lupa, Andi Sudirman juga memaparkan sejumlah kerja sama yang sudah dilakukan dengan Pemerintah Australia selama ini, termasuk program Kemitraan Riset Australia-Indonesia (PAIR), Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) dan KOMPAK.

“Hubungan dan kerja sama antara Sulsel dan Australia telah lama terjalin. Dengan demikian, kami harapkan dapat semakin dikuatkan,” kata Andi Sudirman.

Pada kesempatan sama, Ketua AIBC Victoria Garry Embleton mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan hal penting.

“(Pertemuan itu) akan sangat mendukung usaha melakukan pemerataan pembangunan dan investasi yang selama ini berpusat pada kota-kota besar di Jawa dan Sumatera,” ujar Garry.

Hal tersebut juga disetujui oleh Chief Operating Officer di Australia-Indonesia Centre (AIC) Helen Fletcher Kenedy yang beberapa tahun belakangan ini banyak melakukan penelitian di wilayah timur Indonesia, khususnya Sulsel.

Ia mengapresiasi pertemuan tersebut sebagai salah satu tindak lanjut dari rekomendasi hasil penelitian pihaknya. Utamanya, terkait pengembangan sistem transportasi (rel kereta api) dan moda transportasi lain di Sulsel dan Metropolitan Mamminasata, pengembangan industri yang berbasis potensi kelautan, pariwisata, dan energi terbarukan (wind power).

Pertemuan tersebut juga membahas pengembangan sejumlah potensi perekonomian di Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Wajo, Kabupaten Maros, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Takalar.

Setelah pertemuan tersebut, Andi Sudirman bertolak ke The Gordon TAFE yang terletak di Kota Geelong sekitar 43 km dari Kota Melbourne. Agenda ini bertujuan untuk melihat lebih jauh daya saing dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Australia dalam pasar kerja, dunia usaha, dan industri di Victoria.

Situs web Pemprov Sulsel.Dok. Pemprov Sulsel. Situs web Pemprov Sulsel.

Kepala Pusat Pengajaran dan Pendidikan Kristen Grasso menjelaskan mengenai upaya akselerasi peningkatan kompetensi kejuruan peserta didik melalui program Sertifikat II dan Sertifikat III pada pendidikan menengah di Victoria. Hal ini dilakukan sebelum mereka melanjutkan jenjang sarjana sehingga durasi pendidikan kesarjanaan strata 1 (S1) dapat dipersingkat waktunya.

Andi Sudirman dan delegasi terkesan dengan sistem pendidikan di The Gordon TAFE. Tidak hanya cara guru-guru mereka direkrut dari dunia kerja atau industri, tetapi juga keterampilan siswa yang senantiasa ditingkatkan agar sesuai dan faktual dengan kebutuhan industri.

Secara khusus, Andi Sudirman juga memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan mengembangkan model akselerasi pembelajaran vokasional di sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui kerja sama dengan The Gordon TAFE.

Mengakhiri kunjungan kerja di hari kedua, Andi Sudirman beserta rombongan juga meninjau pembangkit listrik tenaga matahari atau solar panel plant berbasis riset yang dikembangkan oleh Deakin University sebagai sebuah alternatif energi terbarukan yang juga menjadi isu utama kunjungan Gubernur Sulsel.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau