Advertorial

Berhasil Tekan Inflasi di Sulsel, Gubernur Andi Dapat Pujian dari Gubernur BI dan DPR

Kompas.com - 19/03/2023, 19:16 WIB

KOMPAS.com — Pengendalian inflansi di Sulawesi Selatan (Sulses) mendapat apresiasi dari Bank Indonesia (BI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Sulsel pada Februari 2023 adalah sebesar 5,65 persen secara year-on-year (yoy). Angka ini mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebesar 5,83 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengapresiasi kinerja Gubernur Sulsel Andi Sudirman yang dinilai telah berhasil mengendalikan angka inflasi di daerah.

“Selamat kepada Pak Gubernur dan rekan-rekan mitra strategis. Sulawesi Selatan ini termasuk yang terbaik dalam pengendalian inflasi, pertumbuhannya juga tinggi dibandingkan September 2022. Inflasi itu menurun,” kata Perry dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (5/3/2023).

Ucapan itu disampaikan Perry saat menghadiri Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023 di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Makassar, Minggu.

Ia pun memuji kekompakan jajaran stakeholder di Sulsel, khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel yang telah sukses mengawal pertumbuhan ekonomi daerah dengan menekan laju inflasi di angka yang aman

“Itu betul-betul bersama menyejahterakan rakyat, luar biasa kerukunannya,” ujar Perry.

Perry berharap, penguatan sinergi TPIP/TPID dan GNPIP 2023 bisa menjadi akselerator terhadap langkah-langkah konkret bersama untuk mengendalikan inflasi pangan, mendorong produksi, serta mendukung ketahanan nasional.

"Dengan begitu, daya beli serta pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan bisa terwujud," ujarnya.

Selain Perry, Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Amir Uskara turut memberikan apresiasinya atas upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menekan laju inflasi daerah.

Oleh karena itu, Amir Uskara mengajak seluruh komponen TPID untuk bekerja sama mendorong implementasi GNPIP melalui tujuh program unggulan.

“Gubernur Sulsel mampu melakukan pengendalian inflasi dengan berfokus pada transformasi,” tambah Amir Uskara.

Amir mengatakan, Sulsel memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung padi yang penting di Indonesia. Sebab daerah ini menyumbang 25 pasokan padi nasional.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Dok. Pemprov Sulsel Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

“Ke depan daerah-daerah sentra produksi perlu bersinergi dan memperluas kerjasama antar daerah (KAD) agar berkontribusi dalam penciptaan stabilitas harga secara regional maupun nasional,” tegas Amir.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman menuturkan, pihaknya memiliki program Mandiri Benih, yakni pemberian benih gratis untuk 100.000 hektar (ha) sawah. Benih padinya pun ditangkar sendiri sehingga bisa lebih tahan lama dan berkualitas.

“Benih merupakan hal paling mendasar bagi petani. Jika benih yang diberikan itu berkualitas, hasilnya juga tentu akan bagus dan tahan lama,” tegas Andi.

Perlu diketahui, program unggulan GNPIP yang diimplementasikan di Sulsel, di antaranya peruasan KAD serta kerja sama digital farming dengan gabungan kelompok tani (gapoktan).

Ada pula optimalisasi jalur distribusi "Sipeppa" yang merupakan kerja sama antara Bulog dan toko ritel modern Indonesia, dukungan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) Saprotan, serta bantuan 100.000 bibit cabai Katokkon.

Pada acara Kick-Off GNPIP 2023 itu, Andi menyerahkan bantuan bibit, sarana produksi, dan pascapanen (PSBI) untuk Kelompok Tani (Poktan) Lempolapeco dari Kabupaten Wajo dan Kelompok Budi Daya Perikanan Minasa Upa dari Kabupaten Pangkep.

Pemberian bantuan itu bertujuan untuk mendukung akselerasi produktivitas hasil pertanian dan budi daya perikanan, baik lewat pembinaan atau pendampingan.

Sebagai informasi, Kick Off GNPIP 2023 juga dihadiri oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Iman Santoso serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel. Ada pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara dalam jaringan (daring).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau