Advertorial

Serba-serbi Kue Kering yang Jadi Favorit Saat Lebaran

Kompas.com - 29/03/2023, 15:28 WIB

KOMPAS.com - Kue kering merupakan kudapan yang tak pernah absen saat Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, penganan ini memiliki tekstur renyah dan lembut, serta tahan lama sehingga cocok disajikan untuk kerabat dan keluarga.

Menyiapkan kue kering untuk penganan di kala Lebaran pun telah menjadi tradisi di tengah masyarakat. Bahkan, banyak yang sudah mulai menyiapkan persediaan kue kering untuk Lebaran sejak jauh hari.

Ada yang membuat sendiri di rumah, membeli langsung di toko kue, atau memesan secara online di berbagai e-commerce. Meski memiliki beragam jenis, berikut enam kue kering yang jadi favorit banyak orang saat Lebaran.

  1. Kue nastar

Kue nastar merupakan salah satu kue kering yang banyak dicari masyarakat Indonesia saat Idul Fitri. Teksturnya yang lembut dan renyah dipadu dengan rasa manis serta gurih membuat banyak orang jatuh hati dengan kue nastar.

Nastar memiliki bentuk bulat dengan isian selai nanas. Kini, isi nastar juga diinovasikan dengan selai stroberi, bluberi, dan coklat. Untuk mempercantik tampilan, biasanya ditambahkan parutan keju atau cip cokelat di atasnya.

  1. Kastengel

Rasa keju yang gurih menjadi ciri khas kue kastengel yang selalu dirindukan saat momen Lebaran. Kastengel sendiri memiliki tekstur yang sangat renyah, tetapi lumer di mulut ketika disantap.

Untuk membuat kue asal Belanda ini digunakan keju edam atau cheddar. Untuk menambah aroma dan citarasa, terkadang juga ditambahkan keju parmesan.

  1. Kue putri salju

Kue kering lain yang jadi kudapan favorit saat Lebaran adalah kue putri salju. Kue ini memiliki tekstur yang sedikit lebih padat karena tambahan campuran kacang dan keju dalam adonannya.

Sesuai namanya, kue putri salju ditaburi dengan bubuk gula halus berwarna putih yang menyelimuti permukaan kue sehingga lumer saat dimakan dengan sensasi rasa gurih dan manis.

  1. Kue lidah kucing

Meski punya nama yang sedikit unik, kue lidah kucing selalu jadi incaran saat Lebaran. Nama ini diberikan karena bentuk kuenya yang panjang dan pipih mirip dengan lidah kucing. Berkat bentuknya yang pipih itu membuat kue ini renyah saat digigit dan lumer di mulut.

Tak hanya namanya, proses pembuatan kue lidah kucing juga cukup unik, yakni kue dibentuk dengan cara menyemprotkan adonan di atas loyang. Kue akan matang dalam bentuk pipih dan melebar karena proses pengocokan mentega yang lama.

  1. Sagu keju

Selanjutnya, ada kue sagu keju yang memiliki bahan dasar tepung sagu, keju, dan santan. Kue ini memiliki tekstur renyah saat dimakan dengan sensasi rasa manis serta gurih dari keju yang dipanggang.

  1. Kue cornflakes

Cornflakes merupakan kue kering yang terbuat dari sereal jagung yang biasa disantap saat sarapan. Setelah dicampur dengan berbagai bahan lain dan dipanggang, kue ini memiliki tekstur renyah, gurih, serta manis sehingga disukai banyak orang.

Itulah enam kue kering yang jadi kudapan favorit saat Hari Raya Idul Fitri. Cita rasanya yang lezat dan tekstur renyah membuat berbagai kue tersebut cocok menjadi teman minum teh sambil bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga.

Jadi, yang mana kue kering favorit kamu saat Lebaran? Kamu bisa memesan berbagai jenis kue kering untuk Lebaran dengan mudah dan praktis di Tokopedia. Yuk, siapkan kue kering spesial untuk Hari Raya Idul Fitri penuh sukacita.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau