Advertorial

Mana yang Lebih Murah, Aman, dan Nyaman Mudik Menggunakan Pesawat atau Kereta?

Kompas.com - 30/03/2023, 17:00 WIB

KOMPAS.com – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 2023 menjadi tahun pertama tidak adanya pembatasan perjalanan mudik.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 merebak pada awal 2020, perjalanan pulang kampung saat Lebaran dibatasi. Karena itu, banyak yang memprediksi arus mudik pada Lebaran kali ini akan sangat padat.

Bagi Anda yang berencana untuk mudik, disarankan untuk memilih moda transportasi, seperti pesawat atau kereta api, lantaran bisa terhindar dari macet.

iket transportasi mudik kini dapat dibeli melalui Tokopedia. Anda juga bisa memanfaatkan metode pembayaran paylater dari Kredivo yang tersedia di platform e-commerce tersebut. Dengan demikian, Anda dapat membeli akomodasi mudik lebaran tanpa harus menunggu tunjangan hari raya (THR) atau mengganggu arus keuangan.

Cara menggunakan Tokopedia paylater juga sangat mudah. Apabila sudah memiliki akun Kredivo, Anda bisa langsung menggunakan paylater dengan bunga mulai dari 0 persen dan pilihan tenor hingga 12 bulan.

Jika masih bingung hendak menggunakan pesawat atau kereta api, simaklah ulasan perbedaan dari masing-masing moda transportasi berikut.

Perbandingan harga

Tidak bisa dimungkiri bahwa harga tiket pesawat terbang kerap lebih mahal ketimbang harga tiket kereta api. Karena itu, Anda bisa mengandalkan THR atau limit Tokopedia paylater dari Kredivo untuk membeli tiket pesawat.

Terlebih, jika Anda memanfaatkan promo ramadan #SALEturahmi dari Kredivo. Promo ini berupa cicilan 0 persen untuk tenor 6 bulan yang bisa digunakan pada aplikasi, outlet, atau website Airasia, Garuda Indonesia, Pegipegi dan merchant lain.

Adapun promo tersebut berlaku hingga 31 Maret 2023. Pembayaran setiap bulan akan terasa ringan dan arus keuangan juga aman.

Meski demikian, Anda harus cerdas ketika membeli tiket pesawat agar mendapatkan harga murah. Sebaiknya, pesan tiket tersebut jauh-jauh hari karena harga tiket high season, seperti Idul Fitri, akan jauh lebih mahal ketimbang hari bisa.

Sebaliknya, jika Anda baru membeli tiket pesawat mendekati hari raya, harganya akan jauh lebih mahal dan disarankan untuk membeli tiket kereta api.

Perbandingan waktu tempuh

Pesawat memiliki waktu tempuh yang jauh lebih cepat ketimbang dengan kereta api. Namun, apabila menggunakan pesawat terbang, Anda harus berada di bandara paling tidak 2 jam sebelum waktu keberangkatan.

Mengingat padatnya penumpang, proses check-in dan bagasi akan lama, bahkan antreannya tak jarang panjang. Karena itu, Anda harus menyediakan waktu 3 jam sebelum keberangkatan untuk mendapatkan waktu yang aman.

Sementara itu, meski jarak tempuhnya bisa lebih lama, proses check-in kereta api jauh lebih sederhana ketimbang pesawat terbang. Kurang lebih hanya butuh waktu 1 jam sebelum keberangkatan.

Perbandingan kenyamanan

Faktor keamanan dan kenyamanan juga perlu dipertimbangkan sebelum menentukan moda transportasi. Apalagi, jika jarak tempuh mudik cukup jauh, Anda tentu menginginkan kenyamanan selama perjalanan.

Pesawat terbang dapat memberikan kenyamanan lebih tinggi bagi Anda. Ini sepadan dengan harga yang dibayarkan di awal.

Meski begitu, bukan berarti kereta api tidak dapat memberikan pengalaman tersebut. Moda transportasi ini sudah dilengkapi pendingin udara (AC). Hanya saja kursi kereta api sedikit lebih keras daripada pesawat terbang.

Oleh karena itu, dari sisi kenyamanan pesawat terbang dirasa lebih unggul jika dibandingkan kereta api.

Perbandingan peraturan

Dari segi peraturan, pesawat memang terkesan lebih ribet, seperti batasan barang bawaan, larangan penggunaan gadget, dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan kereta api lebih unggul daripada pesawat terbang.

Nah, itulah perbandingan antara pesawat dan kereta api. Jika dilihat lagi, memang pesawat terbang lebih baik dibandingkan dengan kereta api. Namun, semua kembali pada preferensi dan kebiasaan, serta tujuan perjalanan Anda.

Jika Anda tipikal pekerja yang sangat sibuk dan tidak memiliki waktu yang banyak untuk pergi ke luar kota, pesawat merupakan pilihan yang tepat. Namun, jika Anda tipikal pekerja yang bisa mendapatkan cuti yang cukup panjang, memilih kereta api adalah keputusan yang bijak.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau