Advertorial

Konsumsi Serat yang Cukup Jadi Senjata saat Puasa, Berikut Alasannya

Kompas.com - 04/04/2023, 17:18 WIB

KOMPAS.com – Ramadhan merupakan bulan yang spesial bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan suci ini, umat Islam harus menjalankan ibadah puasa sejak matahari terbit hingga terbenam.

Saat berpuasa, mereka harus menahan lapar dan dahaga selama sekitar 12 jam sambil menjalankan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, tak jarang sebagian orang kerap mengonsumsi makanan dan minuman sebanyak mungkin pada waktu sahur dan berbuka. Saat sahur, hal ini dianggap dapat meminimalkan rasa lapar selama puasa. Sementara saat berbuka, hal ini menjadi momen “balas dendam” setelah seharian menahan lapar.

Sayangnya, kebiasaan tersebut ternyata memiliki dampak negatif untuk tubuh. Pasalnya, makan berlebih, termasuk saat sahur dan berbuka, bisa membuat Anda merasa lemas dan mengantuk, bahkan bisa berujung pada gangguan pencernaan. Jika hal ini terjadi, ibadah puasa pun menjadi tidak optimal.

Anda sebenarnya tidak perlu mengonsumsi makanan sebanyak mungkin untuk mendapatkan kenyang yang optimal. Hal ini dapat dicapai dengan asupan serat, baik saat sahur maupun berbuka.

Pasalnya, serat bisa menyerap air pada usus yang bisa memperlambat penyerapan nutrisi. Alhasil, tubuh pun akan meresponsnya sebagai perasaan kenyang.

Perasaan kenyang tersebut juga bisa membatasi Anda untuk tidak makan berlebih, baik saat sahur maupun berbuka.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (4/2/2021), terdapat dua jenis serat yang dibutuhkan oleh tubuh, yakni serat pangan larut dan serat pangan tidak larut. Keduanya memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh.

Serat pangan larut adalah serat yang bisa larut dalam cairan tubuh dan bisa menjadi asupan nutrisi bagi bakteri baik. Serat ini bisa membantu melindungi tubuh Anda dari risiko diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan kanker.

Sementara itu, sesuai namanya, serat pangan tidak larut tidak bisa menyatu dengan cairan tubuh. Meski demikian, serat ini menyerap nutrisi untuk membentuk feses dan melunakkannya saat keluar dari tubuh. Jadi, pencernaan terasa lebih lancar.

Oatmeal sebagai alternatif serat

Dilansir dari UCSF Health, konsumsi serat harian yang direkomendasikan oleh The American Heart Association Eating Plan adalah sebesar 25-30 gram per hari. Asupan ini harus didapatkan dari makanan, bukan dari suplemen kesehatan.

Terdapat sejumlah makanan yang memiliki kandungan serat tinggi, salah satunya adalah oatmeal. Karena memiliki komponen nutrisi yang serupa dengan gandum, oatmeal dapat menjadi sumber asupan serat dan karbohidrat yang cocok untuk dijadikan menu utama selama berpuasa.

Bahkan, oatmeal mengandung serat tujuh kali lebih banyak ketimbang nasi putih dan karbohidrat sejenis. Jadi, rasa kenyang yang dihasilkan saat memakan oatmeal akan terasa lebih lama ketimbang nasi.

Oatmeal juga merupakan paket lengkap untuk menyehatkan tubuh, terutama saat berpuasa. Pasalnya, makanan ini mengandung serat pangan larut (beta-glucan) dan serat pangan tidak larut sekaligus.

Selain mengenyangkan, oatmeal juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti menurunkan tingkat kolesterol dan membantu menjaga berat badan tetap ideal apabila diimbangi dengan pola hidup sehat yang diterapkan secara konsisten.

Karena tinggi serat, konsumsi oatmeal saat sahur atau berbuka pun dapat menjaga kesehatan sekaligus mencegah gangguan pencernaan, seperti sembelit.

Di samping bermanfaat bagi kesehatan tubuh, oatmeal juga praktis disajikan sehingga cocok bagi keluarga yang tidak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa. Apalagi, penganan tersebut kini tersedia dalam bentuk instan.

Tak hanya itu, oatmeal juga dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan makanan. Jika ingin cita rasa manis, Anda bisa membuat overnight oats, yakni oatmeal dingin yang lezat karena diberi irisan pisang, taburan kacang almon, dan chia seeds.

Sementara, jika Anda menginginkan hidangan yang gurih, kreasikan oatmeal dengan jenis rolled oat. Pasalnya, rolled oat memiliki tekstur yang mirip dengan nasi sehingga cocok untuk menemani lauk pauk yang ada di rumah. Penganan ini juga bisa disulap seperti nasi goreng oat dan bubur ayam, lho.

Dengan menggabungkan kreasi resep dan olahan yang cocok, oatmeal bisa dihidangkan secara lezat saat sahur dan berbuka. Jadi, meskipun terdiri dari satu bahan, lidah tak akan bosan mengecapnya.

-Dok. Quaker Oats -

Salah satu oatmeal instan yang bisa Anda konsumsi untuk menemani momen sahur dan berbuka puasa adalah Quaker Oats. Pasalnya, oat keluaran brand makanan yang telah berdiri selama 150 tahun ini berkualitas dan dapat dikreasikan sesuai dengan selera masyarakat.

Adapun Quaker Oats terdiri atas varian Instant Oat yang bertekstur halus dan cocok untuk Anda yang suka mengonsumsi oat sebagai makanan manis. Ada pula Quick Cooking Oat yang bertekstur sedang dan Rolled Oat yang bertekstur besar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau