Advertorial

Rakornas Ketahanan Ekososbud, Dirjen Polpum Kemendagri Tekankan Kerukunan Jelang Pemilu

Kompas.com - 12/04/2023, 11:38 WIB

KOMPAS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar menekankan urgensi menjaga kerukunan masyarakat, terutama menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

Hal itu disampaikan Bahtiar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekososbud) dengan tema “Sinergi Memantapkan Kerukunan Sosial Masyarakat dalam Mewujudkan Pemilu Aman, Damai dan Harmoni”. Acara ini digelar secara hibrida dari Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/4/2023).

“Hari ini menjadi pertemuan yang penting dan spesifik. Kita perlu menekankan pentingnya kerukunan sosial, baik dalam rangka Pemilu maupun penyelenggaraan pemerintahan pembangunan sehari-hari,” ujar Bahtiar dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (12/4/2023).

Untuk diketahui, Rakornas itu diikuti oleh berbagai kementerian serta lembaga, seperti Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), serta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Bahtiar menjelaskan, kementerian serta lembaga memiliki otoritas dan kemampuan dalam mengharmonisasikan program sekaligus bersinergi dalam penguatan ketahanan nasional Indonesia.

“Untuk mengharmonisasikan (program pembangunan) secara nasional, misalnya, diperlukan sinergi antara Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Dirjen Bina Pembangunan Daerah dan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri,” jelas Bahtiar.

Dia juga berharap, acara tersebut dapat menjadi momentum bagi kementerian dan lembaga untuk mendialogkan persoalan terkait ketahanan sosial budaya di Indonesia. Menurutnya, pembicaraan terkait ketahanan sosial budaya yang terkoordinasi secara nasional masih jarang dilakukan.

Terkait pemilihan lokasi acara, Bahtiar menilai bahwa Sultra merupakan salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan pembangunan pesat di Indonesia.

Menurutnya, pertumbuhan pembangunan merupakan capaian positif yang berdampak besar terhadap aspek sosial.

“Dengan mendiskusikan hal-hal yang relevan, persoalan yang dikhawatirkan akan terjadi di masa mendatang dapat dicegah sedini mungkin,” imbuh Bahtiar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau