Advertorial

Sesmenko Perekonomian Dukung Pembangunan Infrastruktur demi Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 05/05/2023, 10:47 WIB

KOMPAS.com - Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) Muhammad Rudi menghadiri undangan rapat Dewan Pengawas (Dewas) BP Batam di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (2/5/2023).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Wahjoe Triwidijo Koentjoro, anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam Enoh Suharto Pranoto, anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam Sudirman Saad, anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darussalam, serta beberapa pejabat tingkat II, III, dan IV di lingkungan BP Batam.

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Pengawas BP Batam Susiwijono Moegiarso.

Ia mengatakan bahwa rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka halalbihalal Idul Fitri sekaligus laporan rutin dari kinerja BP Batam dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB).

"Mewakili dari teman-teman di jajaran Dewas, kami menghaturkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin kepada Kepala BP Batam serta jajaran. Mudah-mudahan, (Idul Fitri) jadi momentum yang baik bagi kita setelah meraih kemenangan dalam mengendalikan hawa nafsu dalam sebulan terakhir," ujar Susiwijono dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (5/5/2023).

Ia melanjutkan selama memimpin BP Batam, Rudi telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur di Kota Batam. Dengan pembangunan yang masif di Kota Batam, ia menerima banyak apresiasi dari pelaku usaha di Kota Batam.

"Banyak yang mengatakan, seharusnya pembangunan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Walaupun demikian, mereka (pelaku usaha) cukup puas dengan pembangunan di Batam," katanya.

Rapat Dewas BP Batam.Dok. BP Batam Rapat Dewas BP Batam.

Pembangunan infrastruktur yang masif dalam beberapa tahun terakhir juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada 2022 yang mencapai 6,84 persen.

Hal tersebut sudah sejalan dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, pertumbuhan ekonomi secara nasional ditargetkan mencapai 5,3 persen pada 2023.

"Secara umum, kami optimistis (pertumbuhan ini akan mencapai target). Bapak Presiden sangat berharap, kawasan ASEAN berpotensi mengangkat pertumbuhan ekonomi secara global," kata Susiwijono.

Dengan demikian, katanya, Kota Batam sangat diperhitungkan sebagai salah satu daerah yang menopang perekonomian Indonesia. Untuk itu, upaya yang sudah dijalankan oleh BP Batam selama ini harus terus dijalankan demi pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Di Batam, juga masih jadi tempat strategis sebagai daerah tujuan investasi karena punya daya saing dengan negara-negara lain," katanya.

Rudi mengatakan bahwa BP Batam akan terus berkomitmen dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Batam.

Hal tersebut sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi Batam yang dapat tumbuh sebesar 7 persen pada akhir 2023.

"BP Batam telah melaksanakan berbagai strategi peningkatan ekonomi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kemudahan perizinan bagi pelaku usaha," ujar Rudi.

Dengan optimisme tersebut, BP Batam telah menyiapkan langkah-langkah esensial lain untuk mendukung cita-cita Batam sebagai kawasan industri yang berdaya saing di tingkat internasional, khususnya di kawasan ASEAN.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau