Advertorial

Bekali Calon Jemaah Haji dengan Makanan dan Syal Lurik, Bupati Klaten: Itu Pengobat Rindu akan Tanah Air

Kompas.com - 06/06/2023, 16:25 WIB

KOMPAS.com – Bupati Klaten Sri Mulyani membekali jemaah calon haji dengan makanan dan cendera mata khas Klaten. Bekal tersebut diberikan secara simbolik dalam acara Pamitan Calon Haji Kabupaten Klaten 1444 Hijriah yang digelar di Grha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (6/6/2023).

Adapun bekal makanan yang diberikan berupa sambal pecel, kentang, abon, dan serundeng. Sementara, cendera mata berupa syal lurik bertuliskan “Haji Kabupaten Klaten 1444 H/2023 M”.

Sri mengatakan, bekal-bekal itu diberikan sebagai pengobat rindu calon jemaah haji akan Indonesia selama di Tanah Suci. Hal ini pun akan menjadi tradisi selama Sri menjabat sebagai bupati.

“Biar bapak ibu jemaah haji kerasan, sehat, dan tambah semangat untuk ibadah. Sangu (bekal) bisa diterima dengan baik dan dimanfaatkan selama menjalan ibadah suci,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.

Sementara itu, lanjutnya, syal lurik diberikan sebagai penanda sehingga jemaah calon haji Klaten punya ciri khas, sekaligus menjadi media promosi, dan tanda pengenal.

Agar ibadah di Tanah Suci berjalan lancar, Sri juga meminta seluruh jemaah calon haji untuk selalu menjaga kondisi fisik dan selalu berkoordinasi dengan petugas haji.

Sri melanjutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan memberangkatkan 1.175 calon haji dalam empat kloter pada Jumat (9/6/2023) dan Sabtu (10/6/2023) dari Grha Bung Karno.

Salah satu peserta ibadah haji Yuli Budi Susilowati berterimakasih atas bekal yang diberikan.

“Kami senang sudah diberikan sangu (bekal) lauk pauk, seperti abon, sambal pecel, kentang, juga serundeng. Insyaallah, bisa mengobati rindu kami dengan Klaten. Terima kasih Ibu Bupati dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten,” ujar Yuli.

Yuli pun meminta doa restu agar diberikan kelancaran selama melaksanakan ibadah haji.

“Semoga kami diberikan kesehatan, mulai dari berangkat hingga kembali Tanah Air, dengan predikat haji mabrur,” jelasnya.

Acara Pamitan Calon Haji Kabupaten Klaten 1444 Hijriah turut dihadiri Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten.

Kemudian, staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Ketua Majelis Ulama Indonesia Marsudi Syuhud, dan sejumlah tokoh agama.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau