Advertorial

Resmikan 6 Perusahaan, Menko Airlangga Apresiasi Kerja Keras BP Batam

Kompas.com - 06/06/2023, 17:21 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan enam perusahaan di kawasan industri Wiraraja di kota Batam, Senin (5/6/2023).

Pada kunjungan tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Elen Setiadi, serta Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo.

Selain itu, Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi juga turut hadir dalam peresmian tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Rudi didampingi oleh Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Anggota Bidang Strategis Enoh Suharto Pranoto, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Sudirman Saad, Anggota Bidang Pengusahaan Wan Darussalam, dan pejabat tingkat II di lingkungan BP Batam.

Pada sambutannya, Airlangga memberikan apresiasi kepada Rudi beserta seluruh jajaran BP Batam yang telah bekerja keras dalam mengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Saat ini, Rudi memang tengah menggeliatkan pembangunan infrastruktur untuk menarik investor ke Kota Batam.

"Saya melihat bahwa energi Kepala BP Batam dan BP Batam sedang kuat-kuatnya. Saya lihat, pengembangan infrastruktur juga sedang baik. Pembangunan juga tengah bergairah. Industri dan investasi yang masuk ke Kota Batam bukan lagi skala kecil, melainkan besar," jelas Airlangga dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (6/6/2023).

Wiraraja Industrial Park sendiri telah meraup investasi senilai 800 juta dollar AS atau sekitar Rp 12 triliun. Investasi ini berhasil menciptakan 13.000 lapangan kerja.

"Saat ini, tengah dilakukan hilirisasi pasir silika di area industri Wiraraja. Proyek ini membutuhkan energi besar, perlindungan lingkungan yang baik, serta pasar yang baik,” ujar Airlangga.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kawasan tersebut, lanjut dia, telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Airlangga, Indonesia sedang berkoordinasi dengan Singapura untuk penggunaan dan ekspor energi ke negara tersebut. Hal ini diharapkan dapat membawa perubahan penting dalam sektor energi di Batam, terutama setelah Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus di Nongsa.

Sementara itu, Rudi mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menjaga iklim investasi di Kota Batam berjalan secara kondusif dan kembali bangkit pascapandemi Covid-19.

"Kami mengapresiasi dan mendukung penuh perusahaan yang akan berinvestasi di Kota Batam. Kami berharap, langkah ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Rudi.

Dia juga meminta seluruh pemangku kepentingan di Kota Batam untuk menjaga kekondusifan daerah. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.

"Kami menjamin dan mendukung kemudahan investasi. Kita juga harus bekerja sama menjaga iklim investasi agar produksinya bisa terus berjalan," imbuh Rudi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau