Advertorial

Wamendagri Harap Jajaran OPD Bantu Percepat Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan

Kompas.com - 16/06/2023, 15:50 WIB

KOMPAS.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo ingin agar jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua Pegunungan dapat membantu percepatan pembangunan pemerintahan, terutama pada masa transisi.

Para OPD juga diharapkan agar terus mempersiapkan segala aspek yang dibutuhkan sebelum kehadiran gubernur definitif pada 2024.

Tak hanya itu, Wempi juga menekankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dapat mengoptimalkan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.

Hal tersebut disampaikan Wempi pada Sesi Diskusi Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) serta Wamendagri di Provinsi Papua Pegunungan di Gedung Aithosa, Wamena, Jayawijaya, Kamis (15/6/2023).

Acara itu juga diikuti oleh jajaran kepala daerah se-Provinsi Papua Pegunungan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang mengimbau daerah dapat mempercepat realisasi APBD. Kami dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berharap komitmen dan kerja keras Pj Gubernur Papua Pegunungan untuk segera merealisasikan anggaran dengan belanja yang terukur sesuai yang diamanatkan,” ujar Wempi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/6/2023).

Wempi menambahkan, OPD Provinsi Papua Pegunungan yang telah terbentuk dapat bekerja lebih cepat dan maksimal.

Bila perlu, jajaran OPD juga dapat melakukan terobosan untuk mengoptimalkan proses pembangunan pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan. Hal ini dinilai penting untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dengan daerah lain.

Pada kesempatan tersebut, Wempi pun mengapresiasi masyarakat Wamena, khususnya yang ada di Distrik Walesi dan Wouma yang telah menyambut baik kunjungan kerja dari Komisi II DPR RI, Kemendagri, dan pemerintah terkait.

Peserta Sesi Diskusi Kunjungan Kerja Pimpinan. Dok. Kemendagri Peserta Sesi Diskusi Kunjungan Kerja Pimpinan.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada masyarakat Wamena karena sudah bersedia menghibahkan lahan untuk pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan.

“Saat tiba di bandara tadi, kami diterima dengan antusias oleh rakyat. Sambutan mereka itu artinya masyarakat ingin pembangunan dapat dinikmati oleh rakyat Papua Pegunungan,” tambah Wempi.

Selain masyarakat Wamena, Wempi juga mengapresiasi kesediaan Komisi II DPR RI yang melakukan kunjungan di Provinsi Papua Pegunungan.

Ia berharap, Komisi II DPR RI dapat memperkuat sinergi dengan Kemendagri untuk terus mendukung pembangunan di empat Daerah Otonom Baru (DOB) Papua setelah kunjungan tersebut, termasuk di Provinsi Papua Pegunungan.

“Dengan ini, kita kolaborasi bersama untuk mengawal proses percepatan pembangunan empat DOB yang telah dikerjakan bersama. Dengan begitu, hasilnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” kata Wempi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau