Advertorial

Mendagri Tito: Pembangunan di Daerah Perbatasan Harus Dengarkan Masukan dari Pemda

Kompas.com - 16/06/2023, 16:49 WIB

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pembangunan di daerah perbatasan harus mendengarkan masukan dari pemerintah daerah di samping pemerintah pusat.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki misi untuk melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tapi juga hingga ke daerah pinggiran, baik desa maupun perbatasan.

Tito mengatakan, pada 2023, pemerintah pusat telah menganggarkan dana untuk pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan negara sebesar Rp 7,7 triliun. Anggaran tersebut telah didistribusikan ke kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah (pemda).

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), lanjutnya, bakal melacak penggunaan anggaran tersebut agar tidak disalahgunakan untuk urusan lain di luar pembangunan di daerah perbatasan.

“Itulah tugas kami untuk mengarahkan dan mengawasi serta melakukan evaluasi,” ujar Tito dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (16/6/2023).

Lebih lanjut, ia menuturkan, pembangunan di daerah perbatasan dapat menggunakan skema Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sebagai contoh, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang memiliki anggaran dengan mata anggaran untuk membangun jalan atau jembatan di daerah perbatasan. Hal ini bisa dikerjakan oleh Kementerian PUPR sendiri atau oleh pemda melalui DAK.

“DAK dari kementerian pusat yang dimasukkan ke dalam Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD) daerah sehingga bukan murni uang daerah. Sebab, daerah itu uangnya dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH),” ujarnya.

Tito menambahkan, pihaknya tengah menunggu usulan kebutuhan dari daerah perbatasan. Hal ini nantinya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran di kementerian atau lembaga terkait.

Apabila tidak memiliki konsep penggunaan anggaran, kementerian atau lembaga tersebut bakal diberikan arahan sesuai permintaan.

“Nanti, kami bisa memasukkan dalam usulan untuk programnya, tapi yang penting, uang yang digunakan tepat untuk perbatasan,” tandasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau