Advertorial

Cerita Nasabah Bank Digital Asal NTT, Rasakan Banyak Manfaat dan Keuntungan

Kompas.com - 19/06/2023, 08:39 WIB

KOMPAS.com – Menjalani profesi sebagai karyawan penggerak jaminan sosial ketenagakerjaan, membuat Emanuel Kolo (32), banyak berinteraksi dengan warga untuk melakukan sosialisasi terkait jaminan sosial ketenagakerjaan.

Tak jarang, pria yang berdomisili di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu juga harus pergi ke desa-desa di pedalaman untuk menyebarkan informasi kepada warga yang belum terjangkau.

Saat bertemu warga, ia mendapat berbagai pertanyaan, baik yang berkaitan dengan produk jaminan sosial maupun seputar produk keuangan, seperti produk bank digital.

Awalnya, pria yang akrab disapa Manuel itu tidak langsung memercayai produk-produk bank digital. Namun, ia mulai mencari berbagai informasi mengenai bank digital di Indonesia melalui situs resmi dan akun-akun media sosial bank digital.

Kepercayaannya mulai tumbuh setelah mengetahui bahwa banyak bank digital yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga terjamin keamanannya.

Dari sekian banyak bank digital di Indonesia, Manuel memutuskan untuk mencoba membuka rekening di bank digital SeaBank.

“Setelah banyak mencari informasi, akhirnya saya memutuskan memilih SeaBank. Selain yakin aman, saya juga tertarik karena proses pembukaan rekening yang tidak lama, hanya tiga menit sudah selesai. Kalau di bank lain, buka rekening harus pakai saldo awal. Sementara, di SeaBank, membuka rekening tanpa saldo awal bisa langsung dilakukan,” jelas Manuel kepada Kompas.com, Kamis (15/6/2023).

Kehadiran bank digital membuat layanan perbankan di Indonesia lebih inklusif. Dok. Istimewa Kehadiran bank digital membuat layanan perbankan di Indonesia lebih inklusif.

Sejak memakai SeaBank, Manuel merasakan banyak kemudahan. Sebagai contoh, ia bisa melakukan transfer ke berbagai bank dan e-wallet secara gratis, serta melakukan transaksi perbankan tanpa dikenakan biaya administrasi.

Sebagai informasi, SeaBank merupakan bank digital yang terafiliasi dengan e-commerce Shopee. Bank ini pun telah mengantongi izin dan diawasi OJK serta merupakan anggota Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurut Manuel, salah satu aspek yang harus dimiliki bank digital adalah tampilan aplikasi yang mudah dimengerti dan diakses. Dengan demikian, nasabah tidak kebingungan ketika akan melakukan transaksi.

“Di samping kemudahan navigasi, menu dan fitur-fitur di aplikasi SeaBank itu mudah sekali dipakai. Di aplikasi bank lain, menu dan fiturnya banyak sekali sehingga saya bingung melihatnya. Sedangkan di SeaBank, simpel saja, dia punya menu dan fitur sehingga saya tertarik untuk masuk,” ungkap Manuel.

Selain keamanan, kemudahan, dan berbagai promosi, hal lain yang membuat Manuel tertarik menjadi nasabah SeaBank adalah besaran bunga tabungan dan deposito yang bersaing, serta sistem bunga tabungan yang cair setiap hari. Menurutnya, hal itu merupakan keunggulan yang tidak ditemukannya pada bank lain.

“Ketika saya pertama menabung di SeaBank ternyata setiap hari ada bunganya. (Hal) itu yang juga membuat saya tertarik. Saya kemudian ceritakan ke keluarga, ternyata ada juga yang langsung minta dibuatkan rekening SeaBank,” ujarnya.

Untuk diketahui, kehadiran layanan bank digital, seperti SeaBank, sejalan dengan tujuan pemerintah untuk pemerataan dan inklusi layanan keuangan di berbagai wilayah di Indonesia. Kini, hanya dengan bermodalkan handphone, masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air dapat mengakses layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau