Advertorial

Nikmati Idul Adha dengan 3J: Jaga Hati, Jaga Iman, Jaga Gula Darah

Kompas.com - 30/06/2023, 14:15 WIB

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada momentum tersebut, Muslim di Tanah Air biasanya menjalankan tradisi menyembelih hewan kurban serta membagikannya kepada kerabat, tetangga, dan fakir miskin.

Meskipun sudah berlalu beberapa hari, suasana keakraban saat Idul Adha pun masih bisa dirasakan. Biasanya, hal ini ditandai dengan suguhan ragam masakan khas Idul Adha sebagai simbol keramah-tamahan serta kegembiraan.

Menu yang disuguhkan pun umumnya mengandung garam, lemak, dan daging, seperti rendang, gulai, semur, sate kambing, tongseng, serta tengkleng.

Namun perlu diingat, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, makanan serba daging tersebut berisiko memperburuk kondisi penyandang diabetes. Meski begitu, mereka tetap dapat mengonsumsi hidangan khas Idul Adha tersebut.

Agar gula darah tidak melonjak, berikut lima hal yang harus dilakukan bagi penyandang diabetes yang dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber.

  1. Cukupi kebutuhan serat

Guna mengimbangi konsumsi aneka olahan berbahan dasar daging, hal yang mutlak dilakukan para diabetesi yakni mencukupi kebutuhan serat.

Adapun jumlah serat yang disarankan bagi para diabetesi yakni sebanyak 14 gram (gr) atau 20-35 gr per hari. Untuk mendapatkan kandungan makanan tinggi serat, Anda dapat mengonsumsi sayur dan buah.

Untuk mencegah gula darah naik, pilihlah sayuran yang tidak mengandung tepung, seperti brokoli, kol, wortel, jagung, selada, sawi, dan buncis. Sementara itu, Anda bisa memilih buah yang baik untuk dikonsumsi dan memiliki indeks glikemik (IG) rendah, seperti stroberi, pir, apel, jeruk, serta plum.

  1. Konsumsi air dalam jumlah cukup

Mengonsumsi cukup air membantu penyandang diabetes menjaga kadar gula darah tetap stabil. Selama Idul Adha, pastikan Anda mengonsumsi air mineral sedikitnya 8 gelas air setiap hari.

Hal itu penting agar tubuh tetap terhidrasi. Pasalnya, kekurangan cairan atau dehidrasi dapat mengurangi volume darah yang beredar dalam tubuh. Dalam kondisi tersebut, kadar glukosa dalam darah meningkat.

Selain mencegah dehidrasi, mengonsumsi air dalam jumlah cukup dapat membantu ginjal membuang kelebihan gula darah melalui urine.

  1. Rutin berolahraga

Di sela-sela merayakan Hari Raya Idul Adha, pastikan Anda menjalankan aktivitas olahraga agar kesehatan tetap terjaga sehingga dapat mencegah lonjakan gula darah.

Olahraga penting dilakukan secara rutin bagi para diabetesi karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Pasalnya, peningkatan sensitivitas insulin dapat memacu tubuh mengoptimalkan gula yang tersedia dalam aliran darah secara efisien. Dengan begitu, glukosa tidak disimpan dalam darah yang dapat meningkatkan kadar gula.

Adapun aktivitas olahraga yang dapat dipilih, antara lain jalan cepat, jogging, bersepeda, senam, dan renang. Jenis olahraga ini membantu otot-otot memfungsikan gula darah untuk energi serta kontraksi otot.

  1. Istirahat cukup

Aktivitas saat Hari Raya Idul Adha biasanya cukup padat, seperti bertemu sanak saudara, bersilaturahmi dengan tetangga, memasak, atau ikut kegiatan panitia potong hewan kurban di lingkungan tempat tinggal.

Meski begitu, pastikan Anda istirahat cukup di sela-sela kegiatan selama Idul Adha. Pasalnya, kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin dan pelepasan hormon stres, seperti kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Tidak hanya itu, kurang istirahat juga memicu peningkatan nafsu makan sehingga seseorang cenderung memilih makanan berkadar gula tinggi dan karbohidrat sederhana yang dapat memicu lonjakan gula darah.

Oleh karena itu, pastikan Anda istirahat cukup selama Hari Raya Idul Adha, yakni dengan tidur minimal 7-8 jam setiap malam. Tujuannya, untuk menjaga keseimbangan hormon serta menjaga kadar gula darah tetap normal.

  1. Konsumsi nutrisi khusus diabetes

Selain menerapkan empat hal di atas, tak kalah penting adalah mengonsumsi nutrisi khusus untuk diabetes. Pasalnya, nutrisi khusus diabetes mengandung nutrisi yang tepat untuk menjaga imun tubuh serta kadar kolesterol.

Adapun salah satu nutrisi khusus yang dapat dikonsumsi sehari-hari bagi para diabetesi, yaitu DiabetasolDiabetasol adalah asupan nutrisi pengganti makan yang lengkap dan seimbang untuk para diabetesi.

Salah satu kandungan dalam Diabetasol adalah Vita Digest yang terdiri dari isomaltosa. Zat ini merupakan karbohidrat kompleks lepas lambat dengan indeks glikemik rendah yang tidak menyebabkan kadar gula darah meningkat secara signifikan setelah makan.

Hal itu karena Indeks Glikemik dalam Diabetasol masuk dalam kategori rendah sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah penyandang diabetes. Diabetasol dilengkapi dengan kandungan protein, omega-3, tinggi serat, tinggi kalsium, vitamin D, vitamin A, C, E, dan zink sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh diabetesi.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, Anda direkomendasikan mengonsumsi Diabetasol dua kali sehari sebagai pengganti makan pagi dan sebelum tidur untuk kontrol gula darah yang baik.

Mari jaga kadar gula darah agar daya tahan tubuh tetap terjaga selama merayakan Idul Adha. Untuk mendapatkan produk Diabetasol, klik tautan berikut.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau