Advertorial

Pantau Kesehatan Jantung dengan CT Scan Jantung Berkala

Kompas.com - 07/07/2023, 14:12 WIB

KOMPAS.com – Jantung adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peran vital bagi setiap makhluk hidup, termasuk manusia.

Pasalnya, organ tersebut berfungsi untuk memompa aliran darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk bisa menjaga kesehatan jantung agar tubuhnya tetap berada dalam kondisi yang baik.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung adalah dengan melakukan pemeriksaan computed tomography (CT) scan.

CT scan merupakan pemeriksaan tanpa bedah yang memanfaatkan teknologi sinar-x atau x-ray untuk menghasilkan gambar tiga dimensi dari jantung dan pembuluh darahnya.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter dalam mendiagnosis berbagai kondisi yang berkaitan dengan jantung. Salah satunya, masalah jantung koroner.

Jantung koroner adalah kondisi saat arteri koroner yang membawa darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini umumnya diakibatkan peradangan dan penumpukan plak sehingga aliran darah ke jantung jadi berkurang.

Biasanya, orang yang mengalami gangguan kesehatan tersebut akan mengalami sejumlah gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, mual, muntah, pusing, keringat dingin, serta nyeri ulu hati.

Dengan melakukan CT scan, dokter dapat mendeteksi plak pada arteri koroner dengan memberikan zat kontras ke dalam pembuluh darah melalui jarum suntik

Zat kontras itu akan membuat arteri koroner menjadi lebih jelas saat hasil CT scan keluar. Dengan begitu, dokter dapat melihat lokasi, ukuran, dan jenis plak yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan arteri koroner.

Meski begitu, CT scan jantung juga dapat dilakukan tanpa pemberian zat kontras untuk mengukur jumlah plak keras yang mengandung kalsium pada arteri koroner. Pemeriksaan ini disebut sebagai CT calcium score atau skor kalsium jantung.

Skor kalsium jantung adalah tingkat keparahan penyakit jantung koroner dan risiko terjadinya serangan jantung. Semakin tinggi skor kalsium jantung, semakin tinggi pula risiko seseorang untuk terkena serangan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Pencitraan Jantung Mayapada Hospital Surabaya dr Saskia Handari SpJP (K) mengatakan, melalui CT calcium score, jumlah plak keras dalam arteri koroner dapat diidentifikasi.

Dengan begitu, risiko penyakit jantung dapat diprediksi sehingga dokter dapat mengambil keputusan pengobatan bagi pasien penyakit jantung secara lebih tepat dan sedini mungkin.

CT calcium score umumnya digunakan sebagai metode skrining. Sementara, CT scan Jantung adalah metode modalitas diagnostik dengan sejumlah cara yang lebih komprehensif, seperti echocardiography, treadmill stress test, dan holter monitoring.

“Semua upaya tersebut bisa Anda lakukan di Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang merupakan pusat layanan kesehatan terpadu khusus menangani penyakit jantung, mulai dari deteksi, tindakan, hinga rehabilitasi,” ujar Saskia dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (6/7/2023).

Sebagai informasi, Cardiovascular Center adalah layanan unggulan (center of excellence) pada Mayapada Hospital yang ada di enam wilayah di Indonesia, termasuk di Surabaya.

Bagi yang ingin mengecek kesehatan jantung dengan CT calcium score, segera hubungi hubungi call center Mayapada Hospital di nomor 15077.

Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu sekaligus menanyakan paket layanan sesuai kebutuhan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau