Advertorial

Kembangkan Ekosistem Pasar Modal, BRI dan BEI Dorong Nasabah Korporasi untuk IPO

Kompas.com - 20/07/2023, 11:25 WIB

KOMPAS.com - Aktivitas pasar modal di Indonesia terus berkembang seiring dengan peningkatan jumlah investor milenial. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan berpeluang besar mengembangkan bisnis melalui pendanaan dari pasar modal.

Menyambut peluang tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan seminar terbuka bertema “Optimum Financing Synergy with Initial Public Offering (IPO)” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Kegiatan tersebut dilaksanakan agar nasabah korporasi BRI dapat berkembang dengan membuka penawaran umum terbatas atau initial public offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di BEI.

Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto berharap, melalui acara tersebut, nasabah korporasi BRI dapat memanfaatkan momentum serta keuntungan dari pendanaan di pasar modal untuk mengembangkan usahanya.

Dengan terdaftar di pasar modal, lanjutnya, perusahaan dapat memiliki akses penerbitan saham atau obligasi untuk mendapatkan dana tambahan di masa depan.

“Hal tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam manajemen keuangan perusahaan dan memperluas sumber pendanaan yang tersedia,” kata Agus dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (17/7/2023).

Program kolaborasi BRI dan BEI itu, lanjut Agus, merupakan respons atas tren positif Pasar Modal Indonesia di tengah gejolak perekonomian dunia yang dinamis. Peningkatan nilai kapitalisasi pasar tercatat menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 10 persen selama 5 tahun terakhir.

“Hal tersebut ditunjang pertumbuhan jumlah investor yang signifikan. Masuknya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) sebagai emiten di BEI juga menjadi simbol dari new engine of growth bagi perekonomian nasional,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama BEI Iman Rachman. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan untuk tumbuh dan sukses bersama pasar modal Indonesia.

“Saya berharap, kegiatan tersebut dapat mengakselerasi pertumbuhan perusahaan melalui penguatan modal lewat IPO. Peserta juga dapat memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth,” jelas Iman.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut mengundang Head of Equity Research PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Helmy Kristanto. Ia pun memberikan pemaparan seputar update equity market.

BRIDS sendiri merupakan anak perusahaan BRI yang berpengalaman luas dalam menangani transaksi pasar modal, baik sebagai penjamin emisi efek dan pialang perdagangan efek maupun penasihat keuangan.

Acara tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber dada sesi diskusi panel, yakni Investor Relations BRI Bret Matthew Ginesky, Senior Executive Vice President (SEVP) BEI Saptono Adi Junarso, Chief Investment Officer PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) Hendra Purnama, Direktur Investment Banking Capital Market Kevin Praharyawan, serta SEVP Retail and Information Technology Fifi Virgantria.

Seminar itu turut dihadiri berbagai nasabah BRI, mulai dari C-level officers, direktur, hingga eksekutif senior. 

Melalui acara tersebut, mereka berpotensi mengembangkan bisnis melalui pasar modal. Nasabah korporasi BRI juga bisa mendapatkan akses ke pasar modal serta pemahaman lebih dalam mengenai optimalisasi potensi keuntungan perusahaan dari IPO atau go big with go public.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau