Advertorial

Gelar Sambang Warga, Bupati Klaten Resmikan Taman Kuliner dan Salurkan Bantuan untuk Desa Katekan

Kompas.com - 25/07/2023, 18:55 WIB

KOMPAS.com – Bupati Klaten Sri Mulyani meresmikan Taman Kuliner Griya Sari Buana dengan melakukan penandatanganan prasasti di Pendopo Taman Kuliner Griya Sari Buana, Desa Katekan, Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (25/7/2023).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretaris Daerah Klaten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Utama Aneka Usaha, Kepala Puskesmas, camat wilayah dua, karang taruna, relawan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan.

Sri Mulyani menjelaskan, Desa Katekan merupakan daerah strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, pembangunannya harus diperhatikan.

“Pembangunan Taman Kuliner ini harus diselesaikan. (Oleh karena itu), mari bersama- sama kita berkolaborasi dengan bantuan bupati dan dana desa,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Sri Mulyani bercerita, ia pernah mendatangi taman kuliner tersebut pada 2020 untuk acara pengukuhan karang taruna. Kini, setelah fasilitasnya dibangun, kondisinya jauh berbeda.

Camat Gantiwarno Lilis Yuliati mengatakan, Taman Kuliner Griya Sari Buana dibangun pada 2021 dengan anggaran dana desa dan bantuan keuangan Kabupaten Klaten.

“Di taman kuliner ini, ada 12 lapak kuliner produk unggulan desa, pendopo, musala, kolam renang anak, tujuh buah gazebo, pantry, gudang, dan meeting room,” terang Lilis.

Meski begitu, Lilis mengaku, masih ada beberapa fasilitas yang belum terbangun, yakni pagar keliling taman, ruang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan panggung.

“Kami mengucapkan terima kasih (atas) terwujudnya taman kuliner. (Kami juga) berharap ada bantuan lagi untuk melanjutkan pembangunan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat Katekan dan sekitarnya,” harap Lilis.

Bupati Klaten Sri Mulyani bantuan untuk 10 anak SD sejumlah Rp 4 juta di Pendopo Taman Kuliner Griya Sari Buana, Desa Katekan, Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (25/7/2023).Dok. Pemkab Klaten Bupati Klaten Sri Mulyani bantuan untuk 10 anak SD sejumlah Rp 4 juta di Pendopo Taman Kuliner Griya Sari Buana, Desa Katekan, Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (25/7/2023).

Selain meresmikan Taman Kuliner Griya Sari Buana, Sri Mulyani juga menggelar kegiatan Sambang Warga. Pada kesempatan ini, ia mengecek pembangunan, menyerap aspirasi warga, menghadirkan bazar murah, menghadirkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Gantiwarno, serta memberikan pelayanan gratis, seperti kesehatan, pelayanan kependudukan, dan pendidikan.

Dia juga menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk 15 orang marbot dan muazin sebesar Rp 3 juta, dua jambanisasi senilai total Rp 5 juta, dan bantuan untuk 10 anak SD sejumlah Rp 4 juta.

Kemudian, bantuan dari Bank Klaten untuk 10 anak yatim dan tidak mampu dengan total Rp 2 juta dan bantuan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi kepada 10 warga miskin sejumlah Rp 2 juta.

Ada pula bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berupa tanaman tembakau, cultivator, dan pupuk, serta bantuan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kabupaten Klaten untuk disabilitas, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), dan bantuan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klaten berupa bendera.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau