Advertorial

Tingkatkan Kinerja, Vasco Ocean Lines Beli 10 Armada Kapal

Kompas.com - 26/07/2023, 14:16 WIB

KOMPAS.com – Salah satu perusahaan pelayaran Indonesia, PT Vasco Ocean Lines (VOL), membeli 10 set kapal tunda dan tongkang (tug boat and barge) senilai Rp 550 miliar. Pembelian ini bertujuan untuk mendukung operasional tambang nikel di kawasan Indonesia timur, khususnya Sulawesi.

Untuk pengadaan tersebut, PT Vasco Ocean Lines bekerja sama dengan PT Patria Maritim Perkasa dan PT Karya Teknik Utama.

Direktur Utama PT Vasco Ocean Lines William Gosal mengatakan, pembelian kapal tunda dan tongkang tersebut merupakan strategi pihaknya untuk terjun ke bisnis pengangkutan curah nikel dan batu bara. Sebab, menurutnya, bisnis pengangkutan curah nikel dan batu bara memiliki prospek besar.

“Oleh karena itu, kami ikut ambil bagian dalam bisnis ini dengan menargetkan 10 set tug boat and barge pada 2023,” ucap William Gosal dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (26/7/2023).

Lebih lanjut, William Gosal menjelaskan, 10 set tug boat and barge itu merupakan tambahan armada dengan nilai kontrak Rp 550 miliar.

“Kapal dengan ukuran 330 feet tersebut akan diserahterimakan secara bertahap hingga akhir 2023. Baru-baru ini, sudah ada serah terima di Batam,” katanya.

Sebagai informasi, PT Vasco Ocean Lines merupakan anak perusahaan dari PT Tridaya Group. Perseroan yang bergerak di bisnis kapal ini pertama kali beroperasi pada 2019. Dalam lima tahun ke depan, perusahaan telah menargetkan pembelian 50 set tug boat and barge.

PT Vasco Ocean Lines bekerja sama dengan PT Patria Maritim Perkasa dan PT Karya Teknik Utama dalam pengadaan 10 set kapal tunda dan tongkang (tug boat and barge) senilai Rp 550 miliar. PT Vasco Ocean Lines bekerja sama dengan PT Patria Maritim Perkasa dan PT Karya Teknik Utama dalam pengadaan 10 set kapal tunda dan tongkang (tug boat and barge) senilai Rp 550 miliar.

Direktur Operasional PT Vasco Ocean Lines Thomas Liem mengatakan, selain 10 kapal tersebut, pihaknya juga telah menandatangani kontrak baru bersama PT Patria Maritim Perkasa untuk penambahan 5 set tug boat and barge. Serah terima kapal tersebut ditargetkan pada awal 2024.

“Nilai kontraknya Rp 285 miliar. Target serah terimanya dimulai pada awal 2024,” ujarnya.

Langkah tersebut, kata Thomas, merupakan upaya pihaknya untuk menjadi pemain utama dalam bisnis pengangkutan nikel dan batu bara di kawasan Indonesia timur.

Sementara itu, Direktur PT Patria Maritim Perkasa Teguh Patmuryanto menyambut positif kerja sama tersebut. Ia mengatakan, pihaknya siap berkontribusi melalui hubungan kerja sama dengan PT Vasco Ocean Lines karena melihat potensi yang sangat besar di masa depan.

“Kerja sama ini selaras dengan perbaikan dari aspek quality, lead time, dan cost leadership yang saat ini kami jalankan. (Hal) ini dapat menjadi portofolio baru kami dan menambah coverage di segmen nikel,” ujar Teguh. 

Head of Commercial Marketing PT Patria Maritim Perkasa Ryandicka Anugerah Putra mengatakan, pihaknya optimistis PT Vasco Ocean Lines menjadi pemain utama pada bisnis kargo laut, khususnya industri pertambangan dan mineral.

"Sebagai mitra, kami optimistis Vasco Ocean Lines dapat menjadi pemain utama di bisnis ini (kargo laut). Selain itu, kerja sama ini juga dapat melancarkan aktivitas perusahaan tambang nikel yang ada di Indonesia, khususnya Sulawesi,” kata Ryandicka.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau