Advertorial

Heboh di Media Sosial, Warganet Penasaran dengan Jamu Kekinian Segar Bersoda

Kompas.com - 27/07/2023, 19:33 WIB

KOMPAS.com – Belum lama ini, warganet heboh memperbincangkan salah satu produk minuman jamu kekinian yang kian langka di media sosial (medsos). Beberapa pengguna medsos berkeluh kesah lantaran ketersediaan produk minuman yang biasanya tersedia di sejumlah mini market itu makin terbatas. 

Usut punya usut, produk jamu kekinian yang tengah diburu masyarakat adalah Acaraki Golden Sparkling. Berbeda dengan jamu konvensional, Acaraki Golden Sparkling dinilai para pencintanya punya taste yang relevan dengan tren masa kini.

Untuk diketahui, Acaraki Golden Sparkling merupakan minuman jamu berbahan dasar kunyit dan asam yang dipadukan dengan soda. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan cita rasa manis sekaligus segar sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan.

Dari segi kemasan pun unik, kaleng minuman dibalut warna kuning cerah dengan corak batik khas Nusantara. Dengan konsep tersebut, tak heran banyak warganet yang menyukai serta penasaran untuk menjajal kesegarannya.

"Kok di @indomart udah ga jualan lagi apa gimana? Biasanya gua nemu di bagian bawah itu. @acaraki_jamu udah ga ngirim lagi apa gimana? Biasanya cuma liatin doang, skrg pgn nyoba lagi nih gara-gara kemarin dari java pop," tulis akun @AciLengket di akun Twitter pada Rabu (12/7/2023).

Berkat postingan itu, kolom komentar @AciLengket pun ramai diberondong komentar sehingga mengundang rasa penasaran pengguna lain yang ingin mencicipi sensasi rasa Acaraki Golden Sparkling.

Salah satu yang turut mengamini kelangkaan minuman jamu kalengan tersebut adalah akun @trimaleeee.

Sama nih kak, di tempat ku ga nemu Golden Sparlingnya. Pengin nyoba juga nih,” tulisnya di kolom komentar @AciLengket.

Lain lagi dengan akun @ann1s2. Pemilik akun tersebut bahkan mengajak pengguna Twitter lain yang penasaran untuk mencoba peruntungan dengan membeli Acaraki Golden Sparkling secara online.

@farahbronce kalo abis mending beli Golden Sparkling online aja siapa tahu bisa dianter cepet ke rumah jadi lebih praktis,” tulisnya.

Setelah ditelusuri, kelangkaan produk minuman tersebut bermula dari partisipasi Acaraki Golden Sparkling dalam perhelatan Java Pop Fest yang digelar di Gelora Bung Karno pada Sabtu (8/7/2023) hingga Minggu (9/7/2023).

Adapun Java Pop Fest diinisiasi oleh Pulung Agustanto guna mengusung musik-musik pop Jawa dengan mengemasnya selayaknya festival musik kekinian.

Seperti diketahui, musik Jawa kini makin berkembang serta dikemas modern sehingga diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

Pun demikian dengan produk jamu, khususnya Acaraki Golden Sparkling yang dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja dalam kemasan modern. 

Merunut riwayatnya, tradisi minum jamu sudah ada sejak dahulu kala, seperti yang tergambar pada relief Candi Borobudur.

Melansir artikel yang ditulis Djulianto Susantio di Kompasiana.com, Jumat (18/2/2022), kata acaraki sudah digunakan sejak era Kerajaan Majapahit yang tertuang dalam Prasasti Madhawapura. Prasasti tersebut menyebutkan tiga gelar kehormatan, yaitu pembuat pakaian (abhasana), pembuat kuali (angapari), dan penjual jamu (acaraki).

Adapun acaraki merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada para peracik jamu di zaman Majapahit.

Di balik produk jamu kekinian

Produk minuman jamu kekinian Acaraki Golden Sparkling yang kini bisa dinikmati seluruh kalangan tersebut tak lepas dari andil PT Sinde Budi Sentosa. Berkat inovasi perusahaan produk kesehatan ini yang menggabungkan minuman tradisional Indonesia dengan soda sekaligus dikemas secara modern dalam kaleng, masyarakat jadi punya anggapan berbeda dengan produk tersebut. 

Kini, jamu tak lagi kuno dan hanya dapat ditemui di pasar tradisional. Sebab, produknya bisa dengan mudah ditemukan pada etalase minuman ringan di mini market ataupun supermarket.

Sebab itu, tak heran masyarakat berburu kesegaran minuman tersebut. Sampai-sampai, banyak yang penasaran ketika produk tersebut mulai langka di sejumlah daerah.

Meski begitu, Anda tak perlu khawatir kehabisan produk Acaraki Golden Sparkling. Sebab, Anda bisa mendapatkannya di Acaraki Café, seperti di AEON Mall – Tanjung Barat, Jakarta Selatan (Jaksel), Landmark Pluit Jakarta Utara (Jakut), serta Kota Tua-Jakarta Barat (Jakbar).

Selain itu, Anda dapat memesan secara daring di marketplace Tokopedia dan Shopee. Untuk informasi lebih lanjut produk Acaraki Golden Sparkling, klik tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau