Adverttorial

Sambut Hari Jadi Ke-129, Pemkab Klaten Gelar Acara Ziarah Makam Tokoh Pendahulu

Kompas.com - 27/07/2023, 20:33 WIB

KOMPAS.com — Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-219 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Bupati Klaten bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar ziarah ke makam tokoh-tokoh pendahulu Kabupaten Klaten, Kamis (27/7/2023).

Adapun kegiatan tersebut digelar satu hari sebelum acara puncak Hari Jadi Klaten pada Jumat (28/7/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten, dan unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klaten.

Kegiatan dimulai dengan berziarah ke makam Kyai Mlati. Tokoh ini merupakan sosok pembuka wilayah hutan belantara yang menjadi cikal bakal Kabupaten Klaten. Diperkirakan, Kyai Mlati berdiam di wilayah Klaten pada 1.700 Masehi.

Selain makam Kyai Mlati, pada komplek makam yang berlokasi di Kampung Sekalekan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah itu juga terdapat makam istri Kyai Mlati dan kakak Kyai Mlati, Ki Danareksa.

Kemudian, jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten melanjutkan ziarah ke makam Panembahan Agung Kajoran di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Di kompleks makam tersebut, Bupati Klaten dan rombongan juga berziarah ke makam bupati pertama dan kedua Klaten, yakni K R T Mangoendilogo dan K R T Soerodirjo.

Usai kegiatan di Desa Jimbung, rombongan ziarah melanjutkan perjalanan ke kompleks makam Sunan Pandanaran di Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat merupakan tokoh penyebar agama Islam di Jawa. Ia kemudian mendirikan pusat dakwah Islam di wilayah Kecamatan Bayat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten dan jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten turut serta dalam acara kenduri yang digelar di pendapa kompleks makam Sunan Pandanaran.

Kegiatan ziarah ditutup dengan mengunjungi makam bupati keempat Klaten, K R T Mangoendilogo II, di Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah. K R T Mangoendilogo II memerintah wilayah Kabupaten Klaten pada 1867–1870.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Jadi ke–219 Kabupaten Klaten. Saya bersama jajaran Forkopimda berziarah ke makam-makam tokoh pendahulu Kabupaten Klaten,” ungkap Sri Mulyani dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (27/7/2023).

Melalui kegiatan ziarah tersebut, Sri Mulyani berharap, generasi penerus dapat mengambil pelajaran sehingga mampu, kuat, sehat untuk membangun Kabupaten Klaten. Dengan begitu, ke depan, Kabupaten Klaten menjadi lebih keren, maju, mandiri, dan sejahtera.

Di momen hari jadi tersebut, Sri Mulyani pun berdoa agar masyarakat Kabupaten Klaten semakin sejahtera. Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama dengan Pemkab Klaten turut serta membangun Klaten.

Saiyeg saekoproyo. Saya tidak mungkin bisa sendiri membangun (Kabupaten) Klaten, tapi seluruh unsur yang ada harus terlibat. (Kita) mempunyai kewajiban dan hak yang sama dalam membangun Kabupaten Klaten. Kata lainnya adalah bersatu untuk gotong royong,” ujarnya. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau