Advertorial

Hadiri GBN 2023, Jokowi Lirik Batik Buatan Nasabah PNM

Kompas.com - 03/08/2023, 11:41 WIB

KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melirik produk batik milik salah satu nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Erawati, yang dipamerkan di ajang Gelar Batik Nusantara (GBN) 2023 di Senayan Park, Jakarta, Rabu (2/8/2023).

“Batik adalah wajah kita. Batik adalah kehormatan kita. Melalui batik, telah tercipta lapangan kerja yang sangat banyak,” kata Jokowi saat membuka acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI) itu.

Adapun produk batik yang dipamerkan Erawati merupakan batik dengan motif khas Blora, Jawa Tengah.

Ia pun tidak menyangka bahwa ia berkesempatan menceritakan makna motif batik Blora kepada Presiden Jokowi.

“Dulu, Pak Jokowi pernah ke Kabupaten Blora, tetapi saya tidak sempat menjabat tangan beliau. Sekarang, beliau pegang kain batik saya,” kata perempuan yang akrab disapa Era itu dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (3/8/2023).

Era sendiri sudah menjadi nasabah binaan PNM selama tujuh tahun. Berawal dari plafon pinjaman sebesar Rp 10 juta, plafon pinjaman yang bisa diakses Era kini meningkat hingga Rp 250 juta berkat omzetnya yang semakin besar.

Motif batik khas Blora tersebut dikreasikan Era ke dalam bermacam produk, seperti jaket, outer, tas, dan kain batik ecoprint. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 750.000.

Untuk diketahui, PNM membawa delapan nasabah unggulan yang merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) batik untuk berpartisipasi dalam ajang GBN 2023. Mereka diterbangkan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. Terdapat delapan motif batik unik dari kedelapan nasabah tersebut.

PNM juga terus mengupayakan pendampingan kepada 14,6 juta nasabah serta pelaku UMKM binaan. Utamanya, membuka akses pasar kepada nasabah agar jangkauan usaha semakin luas.

Tak hanya melakukan klasterisasi usaha secara rutin, PNM juga kerap membawa nasabah binaannya untuk mengikuti ajang pameran dan bazar.

“Kedekatan PNM dan nasabah tidak sebatas pembiayaan, tetapi (juga) pemberdayaan. Saat bicara (tentang) pemberdayaan, kami ingin nasabah punya growth mindset agar visi kami membuat mereka tumbuh, peduli, dan menginspirasi itu nyata,” ucap Direktur Utama PNM Arief Mulyadi.

Maka dari itu, imbuhnya, keikutsertaan dalam kegiatan GBN 2023 menjadi salah satu cara agar ibu-ibu nasabah PNM semakin terpapar dinamika pasar.

Warga Jakarta yang ingin mendapatkan berbagai motif batik khas dari berbagai daerah dapat mengunjungi GBN 2023 di lantai ground Senayan Park.

Anda bisa mengunjungi stan milik nasabah PNM yang menghadirkan berbagai macam motif batik, mulai dari megamendung, gentongan, kawung, hingga batik dengan pewarna indigofera yang telah diturunkan selama lebih dari 50 tahun.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau