Advertorial

Resep Buat Nasi Tumpeng untuk Merayakan HUT Ke-78 Indonesia

Kompas.com - 14/08/2023, 13:52 WIB

KOMPAS.com – Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia yang jatuh tiap 17 Agustus kerap dirayakan masyarakat di lingkungan RT dengan sajian nasi tumpeng. Setelah seremoni seperti berdoa bersama, nasi tumpeng kemudian dimakan secara bersama-sama oleh warga.

Adapun jenis nasi pada nasi tumpeng bisa berbentuk nasi uduk, kuning, dan goreng. Penentuan jenisnya bisa bergantung selera masing-masing.

Untuk topping, bisa ditambahkan ayam goreng, lalapan, sambal goreng ati, tempe orek, dan perkedel. Khusus nasi tumpeng kemerdekaan, biasanya akan ditambahkan hiasan bendera Merah Putih di puncak tumpengnya.

Guna memudahkan, Kompas.com telah merangkumkan resep pembuatan tumpeng nasi kuning, sambel goreng ati, dan tempe orek. Resepnya adalah sebagai berikut.

  1. Resep tumpeng nasi kuning

Bahan

300 gram beras, cuci, tiriskan

500 ml santan

1 sendok makan air kunyit dari 2 sendok makan kunyit giling

1 batang serai, memarkan

2 lembar daun salam

½ sendok teh garam

Cara membuat tumpeng nasi kuning

Pertama, siapkan wajan dan masak santan. Campur dengan serai, daun salam, air kunyit, dan garam. Masak hingga mendidih.

Kedua, setelah mendidih, masukkan beras lalu masak hingga menjadi nasi aron.

Ketiga, panaskan dandang, kukus nasi kuning hingga matang dan tanak. Lalu, angkat dan sisihkan hingga nasi mendingin.

Keempat, untuk menghidangkan tumpeng, siapkan cetakan lalu cetak nasi kuning hingga membentuk kerucut. Hidangkan dalam piring bersama aneka lauk pendamping, seperti sambal goreng ati dan orek tempe.

  1. Resep sambal goreng ati dan kentang

Bahan utama

750 gram hati sapi (kalau doyan hati ayam bisa ganti) 500 gram kentang, kupas bersih

3 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris tipis serong

3 lembar daun salam

3 cm lengkuas, memarkan

500 ml santan dari 1/2 butir kelapa parut

Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus

5 butir bawang merah

3 siung bawang putih

4 buah cabai keriting

1 sdt gula pasir

1 sdt garam halus, atau sesuai selera

Cara memasak sambal goreng hati dan kentang

Pertama, kukus matang hati sapi, kemudian potong dadu kecil-kecil dan sisihkan.

Kedua, potong kentang bentuk dadu kecil, goreng hingga matang dan cukup kering, tiriskan jika sudah sisinkan terlebih dahulu.

Ketiga, panaskan 2 sendok makan minyak goreng, tumis cabai merah besar yang sudah diiris sebelumnya. Tumis hingga cukup layu, kemudian angkat.

Keempat, tambahkan 3 sendok makan minyak goreng dalam wajan bekas menumis cabai merah. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas hingga harum.

Kelima, masukkan hati sapi, aduk rata. Tuangkan santan, masak sambil diaduk perlahan hingga santan mengental dan hampir habis.

Keenam, masukkan kentang goreng, masak sambil diaduk hingga tercampur rata dan bumbu meresap. Angkat, pindahkan ke piring saji.

  1. Resep tempe orek kering

Bahan utama

500 gram tempe, potong-potong bentuk korek api

Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng tempe

3 buah cabe merah besar, buah bijinya, iris serong tipis, goreng kering

3 sendok makan (sdm) bawang merah goreng

1 sdm bawang putih goreng

1 cm lengkuas, memarkan

2 ldr daun salam

Bumbu

100 gram gula pasir

25 gram gula jawa, sisir

75 ml air

1 sendok teh (sdt) gram

1 sdt air jeruk nipis

Cara membuat tempe orek kering

Pertama, panaskan minyak, goreng tempe hingga berwarna kuning dan kering. Angkat dan tiriskan. Campurkan semua bumbu dalam wajan. Masukkan lengkuas dan daun salam.

Kedua, masak bumbu hingga mendidih dan agak kental. Masukkan tempe, cabai merah, bawang merah dan putih goreng. Aduk rata, angkat dan dinginkan.

Ketiga, jika kamu ingin menyimpannya untuk stok lauk, masukkan ke dalam toples atau wadah yang tertutup rapat. Kamu juga bisa menyajikan hangat-hangat.

Itulah resep tumpeng nasi kuning, sambel goreng ati, dan tempe orek kering yang dapat disajikan untuk menyemarakkan HUT Ke-78 RI. Anda bisa membeli bahan, bumbu, serta perlengkapan pembuatan nasi tumpeng kemerdekaan di Tokopedia.

Di lokapasar tersebut, Anda juga bisa mendapatkan promo menarik, seperti gratis ongkos kirim dan cashback.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau