Advertorial

Percepat Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City, Kepala BP Batam Apresiasi Dukungan Menteri Investasi

Kompas.com - 15/08/2023, 14:41 WIB

KOMPAS.com - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengapresiasi dukungan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam percepatan pengembangan Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Apresiasi tersebut disampaikan Rudi usai mendampingi Bahlil dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Investasi Rempang yang berlangsung di Hotel Marriott Harbour Bay, Minggu (13/8/2023).

"Terima kasih kepada Menteri Investasi atas kehadirannya di Batam untuk meninjau langsung lokasi rencana pengembangan investasi di Pulau Rempang hingga memimpin rapat percepatan investasi ini," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (15/8/2023).

Pada kesempatan tersebut, Rudi turut memaparkan beberapa kendala yang dihadapi dalam mewujudkan investasi di Pulau Rempang, mulai dari kendala pertanahan hingga regulasi.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa BP Batam akan berkomitmen untuk terus mendorong percepatan realisasi pengembangan kawasan dan investasi di Pulau Rempang.

Pasalnya, proyek strategis nasional tersebut telah menjadi atensi serius pemerintah sejak peluncuran program Kawasan Rempang Eco-City di Sekretariat Kementerian Perekonomian RI pada pertengahan April 2023.

Sebagai informasi, BP Batam telah menyerahkan surat keputusan (SK) pengelolaan serta rencana pengembangan kawasan kepada PT MEG selaku pengembang.

"Dalam rapat, sudah kami informasikan kendala yang dihadapi dan beliau (Menteri Investasi) pun sudah mengetahui sendiri dari hasil peninjauannya ke lapangan tadi," terangnya.

Ia berharap, kendala tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Menteri Investasi bersama tim sehingga bisa diterbitkan regulasi tertentu dalam menangani berbagai kendala di lapangan.

Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam berharap, Kementerian Investasi/BKPM dapat memberikan arahan serta bimbingan lebih lanjut demi mewujudkan investasi di Pulau Rempang.

"Semoga melalui bimbingan Kementerian Investasi/BKPM serta kontribusi pihak-pihak terkait dan masyarakat, investasi di Pulau Rempang ini dapat bersama-sama kita wujudkan demi peningkatan ekonomi di Batam dan Indonesia," imbuhnya.

Datangkan banyak manfaat

Saat mengunjungi Kota Batam, Bahlil juga menyempatkan waktu untuk berdialog dengan masyarakat setempat.

"Saya mengerti apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Tapi saya mohon, masyarakat juga mengerti apa yang menjadi tujuan negara," ujarnya.

Bersama Kepala BP Batam, Bahlil juga berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dalam pengembangan Pulau Rempang ke depannya.

Tak hanya itu, ia memaparkan bahwa pengembangan kawasan ekonomi baru berkonsep “Green and Sustainable City” itu akan mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya adalah membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat.

Para generasi muda di sana, lanjut Bahlil, bakal mendapatkan pelatihan atau edukasi khusus di bidang industri kaca dan panel surya. Dengan begitu, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pengembangan Rempang Eco-City dapat terpenuhi dengan baik.

"Keterlibatan masyarakat akan lebih maksimal. Industri di sana nantinya akan membuka sekitar 30.000 lapangan pekerjaan. Masyarakat Kepri, khususnya dari Pulau Rempang, akan menjadi prioritas. Hal ini menjadi fokus pemerintah dalam memberikan harapan kepada generasi penerusnya," ujarnya.

Sesuai hasil rapat koordinasi, Bahlil juga menyampaikan bahwa rencana relokasi untuk masyarakat tetap akan berjalan. Pelaksanaan relokasi tersebut akan tetap memperhatikan dan menghargai hak masyarakat yang bermukim di sana, khususnya yang sudah memiliki alas hak seperti sertifikat.

"Bukan asal relokasi, tapi masyarakat juga akan diberikan tanah seluas 200 m2 dengan rumah tipe 45 dan akses jalan yang memadai supaya aktivitas bisa berjalan dengan baik.”

Akan tetapi, lanjutnya, aparat keamanan akan mengambil langkah sesuai prosedur jika ada sekelompok orang yang masuk kawasan tersebut dengan cara ilegal.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau