Advertorial

PEM Akamigas Tegaskan Komitmen untuk Sukseskan Kebijakan Transisi Energi Menuju Net Zero Emission

Kompas.com - 04/09/2023, 09:03 WIB

KOMPAS.com – Beberapa tahun belakangan, isu transisi energi dikumandangkan oleh pemerintah Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan mengurangi pemanfaatan energi fosil dan beralih menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

Kebijakan transisi energi sendiri merupakan salah satu komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendorong percepatan transisi energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) menggandeng Renewable Energy Skills Development (RESD).

Melalui kerja sama tersebut, Kementerian ESDM terus berupaya meningkatkan kompetensi seluruh widyaiswara, dosen, dan instruktur lainnya di lingkungan Kementerian ESDM, khususnya di bidang EBT.

Di sektor pendidikan, Kementerian ESDM juga berupaya mencetak generasi muda yang unggul di bidang EBT melalui institusi yang dinaunginya, yaitu Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas.

Sebagai informasi, PEM Akamigas belum lama ini berkesempatan untuk berpartisipasi di Swiss Partner Week (SPW) yang digelar di Bern, Swiss, tepatnya pada 21-25 Agustus 2023.

Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani mengungkapkan, agenda SPW menekankan pentingnya kerja sama, kolaborasi, dan partnership antara negara, entitas bisnis, tenaga kerja, hingga akademisi untuk menyelaraskan upaya mendorong peta jalan Net Zero Emission Indonesia 2060.

“Pertemuan itu bertujuan untuk membahas rencana tahap kedua proyek RESD dengan fokus memperkuat kerja sama penyiapan pendidikan vokasi bidang EBT dengan politeknik vokasi dari Swiss sebagai role model dan mitra kolaborasi,” ujar Erdila dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (3/9/2023).

Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani saat menjelaskan rencana dan komitmen PEM Akamigas ke depan dalam hal transisi energi. Dok. BPSDM ESDM Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani saat menjelaskan rencana dan komitmen PEM Akamigas ke depan dalam hal transisi energi.

Menurut Erdila, PEM Akamigas sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi yang memiliki spesialisasi di bidang minyak dan gas, perlu memiliki program studi baru yang sesuai dengan kebijakan transisi energi yang diusung Kementerian ESDM.

Sementara untuk saat ini, Erdila menyebut, PEM Akamigas telah menerima sejumlah manfaat dari program RESD, seperti kurikulum program spesialisasi EBT D4, Training of Trainers (ToT) untuk dosen, dan hibah peralatan Photovoltaic (PV) Solar Panel.

Selain itu, PEM Akamigas juga memperoleh pendampingan pembelian alat laboratorium Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) yang sesuai dengan spesifikasi standar RESD, serta pendampingan persiapan pembukaan prodi baru EBT.

Soal rencana ke depan, Erdila mengatakan bahwa pihaknya akan memprioritaskan evaluasi dan perbaikan terkait proyek kerja sama pertama bersama RESD yang akan berakhir pada 2025, termasuk dari sisi marketing.

“Rencananya, PEM Akamigas juga akan menambah kajian Centre of Excellent RE lainnya, yaitu panas bumi, biomassa, wind, dan lainnya,” kata Erdilla.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau