Advertorial

Bantu Penuhi Gizi Balita di Lombok Utara, Bulog Salurkan Bantuan 7.650 Kg Beras Fortivit

Kompas.com - 07/09/2023, 21:45 WIB

KOMPAS.com – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) kembali menyelenggarakan kegiatan Bulog Peduli Gizi dengan menyalurkan bantuan berupa 7.650 kg beras Fortivit atau beras bervitamin untuk keluarga dengan balita di Desa Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (7/9/2023).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Wilayah Bulog NTB David Susanto didampingi Wakil Bupati Lombok Utara sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dan perangkat desa setempat.

Untuk diketahui, kegiatan yang digelar selama dua hari itu merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJLS) Bulog Peduli. Kegiatan itu merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan guna menunjang gizi dan pertumbuhan balita Bawah Garis Merah (BGM).

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pangan, Bulog memiliki kepedulian terhadap peningkatan gizi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada 2030 melalui strategi nasional percepatan penurunan stunting.

“Bantuan itu diperuntukan bagi 255 balita di Desa Senaru untuk konsumsi selama tiga bulan dengan pagu alokasi 10 kg per balita per bulan,” tutur David dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis.

David menjelaskan, beras Fortivit cocok dikonsumsi oleh anak-anak dalam usia pertumbuhan karena kaya akan kandungan mikronutrien, seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng.

Selain memberikan bantuan beras Fortivit, Bulog juga mengadakan beberapa kegiatan lain, seperti pemantauan pertumbuhan dan pemeriksaan balita dengan pendampingan dokter, serta pemberian edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

“Kami menghadirkan langsung dokter spesialis anak serta dokter pendamping dari Universitas Trisakti. Tujuannya, untuk memberikan edukasi kepada kader posyandu dan masyarakat dari beberapa penjuru desa di Kabupaten Lombok Utara terkait kepedulian pemenuhan gizi keluarga,” kata David.

Sebagai informasi, Kabupaten Lombok Utara dipilih sebagai sasaran pemberian bantuan karena memiliki angka prevalensi stunting tertinggi di NTB, yakni 22,6 persen.

Ke depan, Bulog akan terus memperluas cakupan kegiatan Bulog Peduli Gizi ke berbagai provinsi di Indonesia, khususnya di wilayah dengan prevalensi kerawanan gizi yang tinggi.

David berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam menjamin pemenuhan asupan gizi dan meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan tangguh bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau