Advertorial

Regina Vianney Ayudya Ajak Para Ibu Lakukan Pencegahan Stunting Sedini Mungkin

Kompas.com - 13/09/2023, 22:08 WIB

KOMPAS.com – Ketua Bidang Luar Negeri Banteng Muda Indonesia (BMI) Regina Vianney Ayudya mengajak seluruh ibu di Indonesia untuk melakukan pencegahan stunting (tengkes) sedini mungkin melalui Gerakan Indonesia Cegah Stunting.

Gerakan itu juga ditujukan untuk membantu mewujudkan program Indonesia Bebas Stunting dari pemerintah. Dengan begitu, generasi unggul bagi masa depan Indonesia bisa tercipta.

Stunting merupakan masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, yakni 21,6 persen pada 2022.

Masalah kesehatan tersebut disebabkan oleh kekurangan asupan gizi yang cukup pada anak saat masa pertumbuhan dan perkembangan.

Dampak stunting bisa berlangsung seumur hidup dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Prestasi anak di kemudian hari juga dapat terganggu akibat stunting.

Regina mengatakan, ibu memiliki peran sentral dalam pencegahan stunting dengan memberikan asupan gizi yang seimbang bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, pelibatan ibu merupakan langkah krusial untuk mencapai tujuan Indonesia Bebas Stunting.

Selain menyosialisasikan pencegahan stunting, Regina juga memberikan edukasi tentang menu masakan bergizi dan sehat untuk keluarga.

Ia menyadari bahwa tidak semua ibu memiliki pengetahuan cukup tentang gizi dan kesehatan. Dengan memberikan menu-menu bergizi, Regina berharap, para ibu dapat lebih mudah menerapkan pola makan sehat yang memenuhi kebutuhan gizi anak.

Penyelenggaraan Gerakan Indonesia Cegah Stunting dihadiri banyak peserta.Dok. Pribadi Penyelenggaraan Gerakan Indonesia Cegah Stunting dihadiri banyak peserta.

Gerakan Indonesia Cegah Stunting

Gerakan Indonesia Cegah Stunting telah dijalankan oleh Regina di berbagai wilayah di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Ia secara aktif mengadakan pertemuan dengan ibu-ibu setempat untuk berdiskusi tentang pencegahan stunting serta memberikan edukasi tentang gizi seimbang.

Melalui gerakan tersebut, ia berharap dapat mengajak lebih banyak ibu untuk bergabung dalam upaya mewujudkan Indonesia Bebas Stunting.

Regina Vianney Ayudya juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga kesehatan dan pemerintah, untuk meningkatkan efektivitas gerakan itu.

Dengan bersinergi, Gerakan Indonesia Cegah Stunting dapat mencapai lebih banyak orang dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Sebagai seorang yang peduli pada kualitas generasi penerus, Regina berkomitmen untuk terus menggalang dukungan dan menjalankan Gerakan Indonesia Cegah Stunting hingga mencapai seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Ia percaya bahwa dengan upaya bersama dan kesadaran yang tinggi, Indonesia dapat mewujudkan generasi unggul bebas stunting serta siap menghadapi masa depan dengan potensi dan prestasi luar biasa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau