Advertorial

Kompleks Pergudangan Light Industri Duta Indah Starhub Mulai Dibangun, Siap Akomodasi Kebutuhan Pemilik Bisnis

Kompas.com - 20/09/2023, 14:17 WIB

KOMPAS.com – Duta Indah Starhub (DIS) menggelar agenda groundbreaking ceremony lewat pemasangan tiang pancang pertama di Kompleks Pergudangan Light Industri DIS, Tangerang, Banten, Sabtu (16/9/2023).

Momen penting tersebut diresmikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Duta Indah Group Ka Tjin, Komisaris DIS Sony Sumarsono, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Taufik Syahzaeni, beserta Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah.

Sebagai informasi, Kompleks Pergudangan Light Industri DIS merupakan kawasan komersial yang dibangun khusus untuk mengakomodasi kebutuhan logistik pemilik bisnis, khususnya impor dan ekspor.

Untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis, kompleks ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 30 hektar (ha), serta berlokasi bersebelahan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Khusus untuk pergudangan, area ini akan memiliki total bangunan sebanyak kurang lebih 680 unit.

Head Marketing DIS Metta Clarissa menyebut, groundbreaking ceremony merupakan bagian dari komitmen DIS dalam mendorong pembangunan unit gudang dan beragam fasilitas di dalamnya. Rencananya, serah terima unit akan dilakukan pada Agustus 2024.

“Saat ini, kami sudah memulai pancang dan pembangunan infrastruktur. Serah terima penjualan tahap 1 akan dilakukan pada bulan Agustus 2024," ujar Metta.

Menurutnya, Kompleks Pergudangan Light Industri DIS dibangun karena tingginya permintaan klien akan unit pergudangan multifungsi, khususnya para pemilik usaha online.

Selain itu, investasi ini juga merupakan bagian dari kontribusi DIS untuk mensukseskan proyek aerotropolis yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

“Memahami kebutuhan ini, kami menyediakan gudang dengan tiga tipe, yakni gudang 3-in-1, gudang multiguna, dan kavling industri. Khusus untuk gudang 3-in-1, unit ini bisa dijadikan gudang, kantor, sekaligus hunian, sehingga cocok untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis dari satu tempat saja,” lanjut Metta.

Terkait fasilitas, Metta mengatakan bahwa setiap unit akan dilengkapi dengan pintu anti-dobrak, instalasi air bersih, listrik 3.500 watt, serta dukungan kabel fiber optik untuk akses internet.

Kami juga mendesain jalan masuk dan keluar seefektif mungkin. Salah satunya, tidak ada jalan buntu, sehingga truk tidak perlu putar balik ketika salah jalan. Kemudian, kami juga mengaplikasikan penomoran internasional untuk mencegah kesalahan drop-off,” terang Metta.

Pembangunan kompleks ini turut disambut baik oleh Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah. Menurutnya, kompleks pergudangan akan membawa banyak manfaat bagi pemilik bisnis maupun masyarakat sekitar.

“Aktivitas bandara Soekarno Hatta diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,1–5,7 persen per tahun. Pertumbuhan ini akan membuat aktivitas bandara semakin tinggi dan berimbas pada kebutuhan komersial, khususnya pergudangan,” ujar Arief.

Ke depan, DIS serta Pemkot Tangerang juga akan terus mengadakan sejumlah inovasi berkelanjutan untuk menciptakan aerotropolis.

“Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah setempat. Harapannya, bukan hanya investor yang diuntungkan, tapi bisa mendongkrak ekonomi masyarakat setempat,” imbuh Metta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau