Advertorial

Wakil Bupati Klaten Optimistis Terima Penghargaan Swasti Saba di KKS 2023

Kompas.com - 22/09/2023, 16:27 WIB

KOMPAS.com - Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya meyakini bahwa Kabupaten Klaten akan menerima penghargaan Swasti Saba dalam Kompetisi Kabupaten Kota Sehat (KKS) 2023.

Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) hasil verifikasi lapangan KKS 2023 di Joglo Umbul Besuki, Desa Kiringan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Pimpinan Tim Verifikasi KKS 2023 dari Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Tim Pembina KKS Provinsi Jateng, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Ketua DWP Klaten, Asisten 1 Setda Klaten, Kepala OPD, Camat Polanharjo, Kepala OPD, serta sejumlah tamu undangan lain.

Dalam sambutannya, Yoga mengucapkan terima kasih kepada Tim Verifikasi Pusat atas kunjungannya ke Kabupaten Klaten.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada tim verifikator KKS atas kepercayaan kepada Klaten yang telah dilaksanakan penilaian selama dua hari, yakni 20 hingga 21 September 2023. Kami (Pemkab Klaten) mohon masukan dan semoga hasil penilaian KKS memuaskan. Semoga (Pemkab Klaten) memperoleh salah satu dari penghargaan Swasti Saba,” terang Yoga Hardaya.

Pada kesempatan itu, Pimpinan Tim Verifikasi KKS 2023 dan Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian LHK RI Nevy Rinda Nugraini menyampaikan hasil verifikasi untuk sembilan aspek KKS 2023.

Kesembilan aspek itu adalah tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, tatanan permukiman dan fasilitas umum, tatanan pendidikan, tatanan pasar, tatanan pariwisata, tatanan transportasi dan tertib lalu lintas jalan, tatanan perkantoran dan perindustrian, tatanan perlindungan sosial, serta tatanan pencegahan dan penanggulangan bencana selama dua hari operasi.

“Hasilnya cukup baik. Dari sembilan tatanan, yang kami kunjungi secara langsung ada dua. Tatanan perlindungan sosial, kami sudah mendapatkan data terkait gelandangan dan lain. Kemudian, tatanan pencegahan dan penanggulangan bencana, Bupati Klaten sudah memaparkan bahwa Klaten memiliki Relawan Tangguh Bencana di 391 desa dan 10 kelurahan sejumlah lebih kurang 600 orang,” kata Nevy.

Acara selanjutnya, Focus Group Discussion (FGD) dipandu oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Klaten, Pandu Wirabangsa. Setelah itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto menyampaikan hasil dari masukan dan penilaian yang dilakukan oleh Tim Verifikasi KKS 2023.

Pada akhir acara, Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (KKS) 2023 Klaten, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Komisi IV, Edy Sasongko, menutup acara tersebut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau