KOMPAS.com — PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus) akan merayakan ulang tahun ke-91 pada Sabtu (14/10/2023). Perusahaan rokok tertua di Indonesia ini mengusung tema tahunan “Bercahaya untuk Menghidupi” dalam menjalankan bisnis di usia ke-91.
Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco International Stefanus JJ Batihalim mengatakan, tema Bercahaya untuk Menghidupi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan sumbangsih yang bernilai. Sumbangsih ini tidak hanya bisa menghidupi, tetapi menjadi inspirasi cahaya hangat bagi semua orang dan memberikan dampak positif bagi sekitar.
“Bercahaya untuk Menghidupi merupakan simbol luhur bagi kami untuk memberikan kembali kepada masyarakat. Tak sekadar tema besar tahunan, tema ini menjadi wujud keseriusan Nojorono Kudus dalam mengimplementasikan perannya sebagai sebuah entitas perusahaan yang melakoni warisan leluhur dan baktinya pada negeri,” tutur Stefanus melalui siaran pers, Kamis (5/10/2023).
Ia melanjutkan, tema tahunan tersebut merupakan kelanjutan dari tema “Urip Kudu Iso Nguripi” atau “Hidup yang Menghidupi” pada 2022 hingga 2023. Dalam satu tahun, Nojorono Kudus telah menjalankan kaidah environmental and sustainability business ethic sebagai perwujudan tema tersebut.
Beberapa di antaranya adalah kesadaran pengelolaan limbah promosi, pengurangan penggunaan batu bara dalam proses produksi, penanggulangan prevalensi stunting, serta penghijauan desa sebagai bagian dari mitigasi bencana akibat ketidakpastian iklim global.
Kemudian, perusahaan juga fokus memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Upaya yang telah dilakukan meliputi pengolahan tanaman khas Kudus, parijoto sebagai ragam kuliner dan pemanfaatan eceng gondok sebagai produk kesenian bernilai.
Nojorono Kudus juga melakukan kegiatan bakti sosial seperti memberikan donasi ataupun bantuan langsung kepada masyarakat di sekitar operasional perusahaan.
Stefanus menjelaskan, Urip Kudu Iso Nguripi menjadi sentral pemikiran perusahaan dalam menjalani deretan inisiatif sosial dan lingkungan sepanjang 2022-2023. Program pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur desa membuat perbedaan yang nyata dan berarti bagi masyarakat.
“Tak hanya itu, tentu semua aksi sosial dan lingkungan yang dijalankan harus memberikan manfaat baik yang dampak nyatanya dirasakan bagi banyak orang dan lintas kebutuhan,” tutur Stefanus
Stefanus menjelaskan bahwa tema “Bercahaya untuk Menghidupi” punya makna filosofis. Cahaya merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia. Cahaya juga menjadi sinar terang yang memberi penglihatan, warna, energi, dan keindahan. Selain itu, cahaya memiliki makna simbolis yang beragam, seperti kebenaran, kebijaksanaan, harapan, dan cinta.
“Cahaya sejatinya bermakna baik, kehangatan, dan terangnya memberikan sumbangsih yang besar bagi kehidupan lintas masa,” paparnya.
Sementara itu, Direktur PT Nojorono Tobacco International Arief Goenadibrata menjelaskan bahwa Nojorono Kudus optimistis bisa terus menerapkan langkah-langkah strategis yang telah dipersiapkan.
Meski begitu, Arief tak memungkiri bahwa menjadi bagian dari masyarakat selama 91 tahun punya tantangan tersendiri. Apalagi, Nojorono Kudus merupakan perusahaan yang bergerak di industri padat karya. Secara tidak langsung, perusahaan juga turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Walau proyeksi tantangan ke depan akan lebih besar dan terjal, kami siap untuk bergerak maju serta melangkah ke depan. Perusahaan ini tetap eksis dan berkembang dengan mengedepankan nilai-nilai luhur dan tanggung jawab sosial. Kami pun berharap dapat terus menjadi cahaya yang menghidupi dan menginspirasi masyarakat Indonesia,” jelas Arief.