Advertorial

Upgrade Pintu Rumah dengan Smart Lock ala Hunian di Drama Korea

Kompas.com - 16/10/2023, 16:20 WIB

KOMPAS.com – Pencinta drama Korea tentu sudah tak asing dengan bunyi “telelit” dari smart lock yang biasa digunakan di pintu rumah pada drama tersebut. Pasalnya, hampir semua hunian, mulai dari rumah tapak (landed house), apartemen, hingga penthouse, yang menjadi latar di drama Korea menggunakan konsep smart lock.

Pada drama Vincenzo, misalnya, apartemen yang tergolong "murah" milik Vincenzo pun memiliki fitur smart lock untuk membuka dan mengunci pintu.

Sementara, pada rumah mewah, smart lock yang digunakan biasanya memiliki fitur yang lebih canggih. Misalnya, smart lock pada drama The Penthouse mengusung fitur yang memungkinkan tamu dapat terlihat di layar. Penghuni pun bisa membuka pintu melalui layar tersebut.

Dengan smart lock, keamanan rumah menjadi lebih terjamin. Sebab, penghuni rumah perlu memasukkan kata sandi (password) atau sidik jari (fingerprint) untuk mengoperasikan pintu rumah.

Selain itu, smart lock bisa menutup dan mengunci pintu secara otomatis. Dengan demikian, pemilik rumah tidak perlu merasa khawatir jika lupa menutup dan mengunci pintu.

Smart lock itu juga dapat menyimpan lebih dari satu fingerprint. Hal ini terlihat pada adegan dalam drama Crash Landing On You. Kala itu, Yoon Seri meminta teknisi untuk mendaftarkan fingerprint milik Kapten Ri agar ia memiliki akses ke rumah tersebut.

Meski sudah didukung oleh password dan fingerprint, pengguna smart lock tetap bisa mengoperasikan pintu secara manual, terlebih jika akses internet atau listrik mati.

Smart lock yang jamak digunakan pada hunian di drama Korea kini sudah tersedia di Indonesia. Electronic Deadlock T11 dari Dekkson, misalnya, merupakan salah satu smart lock dengan kegunaan dan fitur canggih seperti yang ditampilkan di drama Korea.

Sebagai informasi, Electronic Deadlock T11 memiliki desain ramping dan sederhana. Smart lock dengan bahasa pemrograman bahasa Inggris itu memiliki bezel hitam yang membuatnya tampil elegan.

Electronic Deadlock T11 juga bisa diakses lewat aplikasi TT Lock sehingga pengguna dapat mengoperasikan pintu dari jarak jauh. Pengguna juga bisa berbagi akses pintu kepada pengguna lain menggunakan aplikasi tersebut.

Aplikasi TT Lock juga memiliki fitur History sehingga pemilik rumah bisa melihat riwayat penggunaan pintu.

Electronic Deadlock T11 Dekkson juga menerapkan anti-peeping code untuk menghindari penyalahgunaan password ketika ada orang yang sengaja atau tidak sengaja mengintip kode. 

Lewat fitur itu, pemilik rumah dapat memasukkan nomor acak pada awal atau akhir kode asli dengan maksimal nomor acak enam belas karakter.

Jika baterai smart lock habis, sistem akan memberikan peringatan untuk segera melakukan penggantian baterai. Pengguna pun bisa menggunakan power bank untuk mengisi ulang daya.

Penggunaan smart lock seperti di drama Korea tidak hanya memberikan kesan prestisius dan mewah, tetapi juga menghadirkan keamanan dan kenyamanan ekstra di rumah.

Kehadiran smart lock dapat menjadi solusi untuk menjaga keamanan ketika rumah ditinggalkan dalam jangka waktu lama.

Tak hanya itu, smart lock juga membuat pemilik yang sering beraktivitas di dalam rumah merasa semakin aman. Apalagi, smart lock juga mudah digunakan sehingga dapat mendukung aktivitas sehari-hari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau