Advertorial

Unair Luluskan 1.382 Wisudawan, Rektor Unair: Anda Merupakan Orang-orang Terpilih

Kompas.com - 16/10/2023, 17:26 WIB

KOMPAS.com – Universitas Airlangga (Unair) kembali meluluskan mahasiswanya dalam prosesi wisuda hari pertama yang diadakan di Airlangga Convention Centre (ACC) Kampus MERR-C itu, Sabtu (14/10/2023).

Pada kegiatan wisuda ke-234 itu, Unair secara resmi meluluskan 1.382 wisudawan.

Dalam sambutannya, Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih, SE, MT, Ak berpesan kepada para wisudawan untuk selalu percaya diri.

Ia juga mengingatkan bahwa mereka adalah orang-orang terpilih yang berhasil lulus dari salah satu universitas ternama di Tanah Air.

“Jumlah mahasiswa di seluruh Indonesia itu jutaan. Anda (para wisudawan) adalah orang-orang beruntung dan terpilih yang berkesempatan untuk wisuda di Unair. Kampus ini bukan sembarang perguruan tinggi. Jadi, Anda harus percaya diri,” ujar Prof Nasih dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (16/10/2023).

Adapun pesan tersebut disampaikan oleh Rektor Unair karena ia menemukan bahwa salah satu permasalahan besar pada alumnus UNAIR adalah minim kepercayaan diri.

Oleh karena itu, Prof Nasih mengharapkan para wisudawan bisa lebih percaya diri. Sebab, Unair merupakan salah satu universitas unggulan, bahkan di kancah global.

“Kabar terbaru, Unair di Asia berada di peringkat ke-91 pada 2022. Untuk 2023, insyaallah Unair sudah ada pada posisi ke-67 Asia. Anda adalah lulusan perguruan tinggi ternama, hebat, yang paling top di Indonesia,” terangnya.

Prof Nasih juga berpesan kepada para wisudawan untuk tidak ragu membusungkan dadanya sebagai bagian dari keluarga alumni Unair.

Menurutnya, kepercayaan diri ibarat bambu runcing para pahlawan. Sederhana, tapi sangat berharga. 

“Bukan soal bambu runcingnya, melainkan yang terpenting adalah kepercayaan diri dan keyakinannya bahwa meski hanya memegang bambu runcing, Anda akan bisa mengalahkan apa pun,” ucap Prof Nasih.

Salah satu kunci untuk mengalahkan apa pun, lanjut Prof Nasih, adalah kepercayaan diri dan keyakinan untuk menjadi yang terbaik, memberikan yang terbaik, dan mengatasi berbagai macam persoalan yang ada.

Tidak berhenti belajar

Pada wisuda ke-234 Unair, Prof Nasih juga meminta kepada para wisudawan untuk tidak berpuas diri dan tidak berhenti belajar. Kedua hal ini merupakan kunci dalam meraih keberhasilan dalam hal apa pun.

“Untuk mencapai ke sana, tolong jangan berhenti belajar hanya sampai di sini. Wisuda bukan tanda untuk berhenti, melainkan tahapan untuk melanjutkan pembelajaran,” kata Prof Nasih.

Menurut Prof Nasih, belajar tidak terbatas akan waktu, tempat, dan pada siapa seseorang menimba ilmu. Seluruh unsur yang ada di kehidupan juga dapat memberikan pelajaran yang berharga bagi semua orang, termasuk para lulusan Unair.

“Belajar mesti sepanjang hayat, tidak kenal waktu dan tempat, dan tidak kenal siapa gurunya. Semua unsur kehidupan adalah guru kita. Semua waktu yang kita punya adalah kesempatan untuk belajar. Semua tempat adalah tempat untuk belajar,” ungkapnya.

Dengan terus belajar dan penyesuaian diri, para wisudawan diharapkan dapat melewati berbagai macam tantangan.

“Hanya dengan belajar secara terus-menerus, keberhasilan akan ada di tangan kita semua,” terang Prof Nasih.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau