Advertorial

Komitmen PNM Berdayakan Perempuan Dapat Dukungan Menteri PPPA

Kompas.com - 17/10/2023, 13:40 WIB

KOMPAS.com – Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam pemberdayaan perempuan mendapat dukungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Saat berkunjung ke Kantor Pusat PNM di Menara PNM, Jakarta, Senin (16/10/2023), Menteri PPPA memuji program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Dalam kunjungan tersebut, Bintang didampingi Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Leny Nurhayanti Rosalin.

Bintang bercerita bahwa dirinya pernah bertemu beberapa kali dengan nasabah dan petugas pendamping atau account officer (AO) PNM Mekaar, contohnya di Aceh dan Bali. Di sana, ia menemui bahwa semua nasabah PNM Mekaar merupakan perempuan. Selain itu, 98 persen pendampingnya juga merupakan perempuan.

“Saat di Klungkung, Bali, AO PNM membuat saya takjub. Sebab, mereka bisa menjelaskan isu gender dengan bahasa yang cocok dengan masyarakat,” kata Bintang.

Ia pun menitipkan pesan kepada Direktur PNM Arief Mulyadi untuk mengawal program pemberdayaan perempuan tersebut karena baik nasabah maupun AO memiliki potensi besar.

Bintang juga meminta PNM memberikan pemberdayaan intelektual dan sosial secara insidental, selain pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan, melalui program pelatihan secara berkelanjutan. Dengan begitu, potensi perempuan Indonesia bisa dikembangkan.

“Kami mendukung proses yang dilakukan PNM hingga terwujudnya pendidikan layak bagi AO dan anak nasabah,” tegas Bintang.

Direktur PNM Arief Mulyadi mengatakan, upaya pemberdayaan perempuan memang menjadi agenda penting PNM. Terkait AO, PNM berkomitmen mendukung pendidikan AO sampai ke jenjang sekolah berikutnya.

“Potensi mereka yang masih lulusan SMA/SMK atau sederajat sangat besar dengan semangat militan dan kewirausahaan yang tercermin di lapangan,” ujar Arief.

Bintang meminta PNM untuk mengawal program pemberdayaan perempuan tersebut karena baik nasabah maupun AO memiliki potensi besar.Dok. PNM Bintang meminta PNM untuk mengawal program pemberdayaan perempuan tersebut karena baik nasabah maupun AO memiliki potensi besar.

Kemudian, soal pemberdayaan nasabah, Arief melanjutkan, PNM bekerja dengan memberikan pembiayaan dan pendampingan kepada nasabah. Sebab, kedua hal ini tidak bisa dipisahkan.

Karena itu, PNM terus memberikan modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial secara berkelanjutan kepada nasabah.

Sebagai contoh, PNM turut membentuk ekosistem berkelanjutan, yakni pertemuan kelompok mingguan (PKM). Dalam kegiatan ini, AO memberikan semangat kepada anggota kelompok yang terdiri dari nasabah agar usahanya berkembang.

Pada PKM, AO juga memberi pelatihan sederhana dengan beberapa modul kepada nasabah. Selama pelatihan, secara tidak langsung, kemampuan AO dalam berwirausaha turut meningkat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau