Advertorial

Memasuki Musim Pancaroba, Yuk Jaga Kesehatan Tubuh dengan Cara Ini

Kompas.com - 26/10/2023, 12:30 WIB

KOMPAS.com – Beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia tengah dilanda cuaca ekstrem dengan suhu udara yang cukup panas pada siang hari. Bahkan, beberapa daerah sempat mencapai suhu 40 derajat Celsius.

Namun, diberitakan Kompas.com, Sabtu (21/10/2023), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia sudah memasuki transisi dari musim kemarau ke musim hujan pada Oktober dasarian III atau 21-31 Oktober 2023.

Sesuai prediksi tersebut, beberapa wilayah di Indonesia sudah mulai mengalami hujan. Sebagai contoh, hujan yang turun di sejumlah kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada Selasa (24/10/2023).

Meskipun kondisi cuaca sudah berganti, masyarakat disarankan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh. Pasalnya, cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi sistem kekebalan sehingga tubuh mudah drop atau terserang penyakit.

Adapun beberapa gangguan kesehatan yang kerap dialami saat musim pancaroba adalah infeksi panas dalam, sakit tenggorokan, batuk, saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare.

Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat disarankan untuk menjaga pola makan seimbang, mengonsumsi makanan bergizi, penuhi asupan cairan, istirahat cukup, dan selalu menjaga kebersihan.

Bila tubuh terasa kurang fit dan mulai merasakan gejala penyakit, seperti batuk dan panas dalam, segera istirahat dan lakukan upaya pengobatan.

Sebagai contoh, ketika mulai merasakan gejala panas dalam, Anda bisa membantu meredakannya dengan mengonsumsi SU Lohankuo Zhenzhu Chrysanthemum.

Teh herbal itu dibuat dari ekstak lohankuo asli dan bunga krisan, yang dapat membantu mengurangi gejala panas dalam, seperti tenggorokan kering.

Dilansir dari laman alodokter.com, buah lohankuo telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional China. Di Indonesia sendiri, buah ini sering dikonsumsi dalam bentuk teh karena memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari meredakan radang tenggorokan, menangkal radikal bebas, mengontrol kadar gula darah, hingga membantu mencegah kanker.

Sementara itu, chrysanthemum atau bunga krisan memiliki manfaat untuk meringankan sakit tenggorokan, memelihara kesehatan jantung, mengontrol gula darah, meredakan demam, dan membantu menenangkan pikiran.

Apabila mulai mengalami batuk, Anda bisa mengonsumsi SU Summer Mulberry Chrysanthemum guna membantu meredakan gejalanya.

SU Summer Mulberry Chrysanthemum merupakan minuman herbal yang terbuat dari campuran bunga krisan dan mulberry leaves (daun murbei).

Untuk diketahui, daun tanaman murbei telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai pengobatan alami. Diberitakan Kompas.com, Sabtu (24/6/2023), daun murbei sarat akan antioksidan polifenol, vitamin C, seng, kalsium, besi, kalium, fosfor, dan magnesium.

Dengan kandungan tersebut, daun murbei memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan kadar gula darah dan insulin, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan kulit, dan mendukung kesehatan otak.

Cara mengonsumsi kedua produk itu pun cukup mudah. Anda hanya perlu menyeduh satu saset SU Lohankuo Zhenzhu Chrysanthemum atau SU Summer Mulberry Chrysanthemum dengan air biasa atau hangat.

Soal keamanan produk, Anda tidak perlu khawatir karena SU Lohankuo Zhenzhu Chrysanthemum telah mendapatkan sertifikasi obat tradisional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia dengan nomor POM TI 222016051.

Begitu juga dengan produk SU Summer Mulberry Chrysanthemum. Minuman herbal ini tersertifikasi obat tradisional dari BPOM dengan nomor POM TI 222038631.

Selain kedua minuman herbal tersebut, PT Global Buana Mandiri selaku importir produk sajian chrysanthemum SU Brand juga menghadirkan varian lain, yaitu SU Dali Fragrant Chrysanthemum Tea with Honey, SU Dali Instant Chrysanthemum Crystal, serta SU Brand Fragrant Lemon Chrysanthemum Tea yang tinggi vitamin C. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk SU Brand, silakan kunjungi akun Facebook SU Brand dan Instagram @subrand.id.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau